Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memaparkan laporan tahunan yang mencatat bahwa perang semakin mematikan bagi kaum perempuan dan anak perempuan. Berdasarkan laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB tentang Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan yang dipaparkan pada Senin (26/10/2026), perempuan dan anak perempuan menyumbang satu dari setiap empat korban tewas dari total lebih dari 37 ribu warga sipil dalam konflik bersenjata sepanjang 2025.
Proporsi korban jiwa perempuan tersebut berlipat ganda dibandingkan data pada 2021. Bersamaan dengan bertambahnya kematian warga sipil, laporan itu mencatat lonjakan kasus kekerasan seksual terkait konflik di dunia, sementara keterlibatan perempuan dalam perundingan damai masih sebagian besar dikesampingkan.
