Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan militer Myanmar bertanggung jawab atas sedikitnya 702 kematian warga sipil yang berhasil diverifikasi selama periode Agustus 2025 hingga Januari 2026. Temuan tersebut disampaikan dalam laporan terbaru Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) yang dirilis pada Senin (22/6/2026).
Laporan itu menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap warga sipil di tengah proses pemilihan umum dan konflik bersenjata yang masih berlangsung. PBB juga meminta komunitas internasional memperkuat upaya perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.
