Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Serangan Udara Jet Militer Myanmar Tewaskan 7 Warga Sipil

Serangan Udara Jet Militer Myanmar Tewaskan 7 Warga Sipil
Bendera Myanmar (unsplash.com/aboodi vesakaran)
Intinya Sih
  • Tiga jet tempur Myanmar menjatuhkan sembilan bom di Kyauktaw, Rakhine, menewaskan tujuh warga sipil dan melukai 15 orang lainnya pada Rabu sore.
  • Salah satu korban tewas adalah balita berusia lima tahun, sementara banyak warga kehilangan rumah serta anggota keluarga akibat serangan mendadak tersebut.
  • Serangan udara menggunakan pesawat dari sekutu junta seperti Rusia dan China menuai kecaman internasional karena dianggap melanggar hukum kemanusiaan dan menargetkan warga sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Militer Myanmar kembali melakukan serangan udara di kawasan permukiman di Negara Bagian Rakhine, pada Rabu (17/6/2026). Serangan ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Tim penyelamat setempat memastikan jumlah korban dan dampak serangan tersebut pada Kamis (18/6/2026). Peristiwa ini menambah panjang daftar warga sipil yang menjadi korban sejak militer merebut kekuasaan.

1. Sembilan bom dijatuhkan di Kyauktaw

Kyauktawgyi Pagoda (instagram.com/destinationasia)
Kyauktawgyi Pagoda (instagram.com/destinationasia)

Tiga jet tempur militer Myanmar menjatuhkan sembilan bom di kawasan Kyauktaw, Negara Bagian Rakhine, sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Pengeboman ini menargetkan kawasan padat penduduk dan menghancurkan puluhan rumah warga serta sejumlah bangunan usaha.

Tim evakuasi langsung bekerja di tengah asap tebal kebakaran yang masih menyelimuti lokasi. Berdasarkan laporan dari lapangan, serangan udara itu menewaskan tujuh orang dan melukai 15 orang lainnya.

2. Balita turut menjadi korban tewas

Ledakan bom yang menimbulkan api.
ilustrasi ledakan bom (pexels.com/Edu Raw)

Dari tujuh korban jiwa yang tercatat, salah satunya adalah seorang anak balita berusia lima tahun. Sementara itu, 15 orang yang luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga mereka akibat serangan mendadak ini. Seorang warga bernama Htay Htay menceritakan bahwa ia kehilangan suaminya yang masuk kembali ke dalam rumah saat serangan terjadi. Jenazah suaminya baru ditemukan setelah api berhasil dipadamkan.

"Saya bahkan pergi memeriksa tempat-tempat yang terbakar, tetapi tidak dapat menemukannya karena saya tidak menyadari dia berada di dalam rumah kami," ujar Htay Htay, dilansir The Straits Times.

3. Kecaman atas penggunaan jet tempur yang dipasok negara sekutu junta

Ilustrasi jet tempur KF-21 yang tengah menjalani uji terbang.
Ilustrasi jet tempur KF-21 yang tengah menjalani uji terbang. (unsplash.com/Edoardo Giudici Saraval)

Serangan udara oleh militer Myanmar di Rakhine semakin sering terjadi setelah kelompok etnis bersenjata Arakan Army berhasil merebut sejumlah wilayah darat. Serangan ini diketahui menggunakan pesawat tempur yang dipasok oleh negara sekutu junta, seperti Rusia dan China.

Kelompok kemanusiaan menilai aksi militer yang menargetkan warga sipil ini sebagai pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Dunia internasional kini didesak untuk segera memutus rantai pasokan senjata dan bahan bakar penerbangan ke Myanmar.

"Ketika rezim mengalami kekalahan di medan perang di bagian lain negara bagian ini, mereka malah membunuh warga sipil," ungkap pemimpin lembaga kemanusiaan Rakhine, Wai Hun Aung, dikutip dari The Irrawaddy.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More