Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Nepal terus mengintensifkan operasi bantuan, serta pemulihan usai banjir bandang di sepanjang perbatasan Nepal-Tibet.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Nepal, setidaknya 1.200 orang tewas di Nepal dan lebih dari 4.200 lainnya hilang. Sementara di wilayah Tibet, media pemerintah China melaporkan jumlah korban tewas mencapai 21 orang dan lebih dari 540 orang dinyatakan hilang.
Upaya penyelamatan terus dilakukan, guna menjangkau korban selamat, termasuk ratusan pekerja yang diduga terperangkap di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Nepal.
