Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

UNDP: Banjir Nepal Tinggalkan Lebih dari 2,4 Juta Ton Puing

UNDP: Banjir Nepal Tinggalkan Lebih dari 2,4 Juta Ton Puing
Warga korban banjir bandang duduk di samping puing-puing sembari menyelamatkan barang-barang mereka setelah banjir bandang melanda Devighat di distrik Nuwakot, Nepal, pada 31 Agustus 2026 (AFP/Arun Sankar))
  • UNDP memperkirakan banjir di perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus meninggalkan lebih dari 2,4 juta ton puing, termasuk reruntuhan bangunan, barang rumah tangga, pohon, batu, dan lumpur.
  • Puing sedang dibersihkan tim penyelamat Nepal, asing, dan warga setempat karena diduga masih menimbun korban hilang. Banjir telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
  • Sebanyak 164 warga Nepal, mayoritas pekerja pembangkit listrik tenaga air, masih hilang. Jenazah diduga tertimbun puing terowongan, sementara evakuasi terkendala medan yang sulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - United Nations Development Programme (UNDP) menyebut banjir yang menghantam wilayah Nepal yang berbatasan dengan Tibet, China, pada 26 Agustus lalu telah meninggalkan banyak puing. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal UNDP, jika ditotal, berat puing-puing tersebut mencapai lebih dari 2,4 juta ton. 

Dalam laporannya yang dirilis pada Selasa (1/9/2026), UNDP menjelaskan, puing-puing tersebut terdiri dari reruntuhan bangunan, barang-barang rumah tangga, pepohonan, batu, hingga sedimen lumpur. Jika tidak segera ditangani, puing-puing tersebut berpotensi menghambat pencarian para korban yang hingga kini masih hilang. 

  1. 1. Jumlah puing menunjukkan dahsyatnya banjir yang menerjang Nepal-Tibet

    ilustrasi puing-puing akibat banjir
    ilustrasi puing-puing akibat banjir (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

    UNDP menambahkan, jumlah puing-puing tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya bencana banjir yang menerjang perbatasan Nepal dan Tibet pada pekan lalu. Sebab, banjir tersebut telah menyapu seluruh bangunan yang ada di wilayah tersebut hingga menimbulkan banyak korban jiwa.

    “Jumlah puing-puing tersebut menunjukkan skala kehancuran dan tantangan yang dihadapi masyarakat saat mereka membersihkan rumah, jalan, dan ruang publik serta mulai membangun kembali,” demikian bunyi pernyataan resmi UNDP, seperti dikutip CNN pada Rabu (2/9/2026). 

  2. 2. Puing-puing sedang dibersihkan oleh petugas penyelamat

    Rumah yang hancur akibat banjir dan tanah longsor.
    potret rumah yang hancur akibat banjir dan tanah longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

    Saat ini, puing-puing tersebut sedang dibersihkan para petugas penyelamat, baik yang berasal dari Nepal maupun dari negara asing. Sebab, di dalam puing-puing tersebut, diduga ada banyak jenazah korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Sejumlah warga setempat saat ini juga sedang membantu petugas penyelamat untuk membersihkan puing-puing tersebut. 

    Berdasarkan data terbaru dari AP News, jumlah korban tewas akibat banjir di Nepal saat ini sudah tembus lebih dari 1.000 orang. Sementara 3.916 lainnya masih dinyatakan hilang. Dari jumlah tersebut, 583 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Namun, data terbaru yang dirilis CNN mengatakan jumlah korban hilang kini sudah tembus lebih dari 4.400 orang.  

  3. 3. Ratusan warga negara Nepal juga masih hilang usai terdampak banjir

    Bendera Nepal sedang berkibar.
    potret bendera Nepal (unsplash.com/binaya_photography)

    Saat ini, ada 164 warga negara Nepal yang juga masih dinyatakan hilang karena terdampak banjir. Mereka yang hilang sebagian besar merupakan para pekerja pembangkit listrik tenaga air yang ada di dekat lokasi bencana. Sebab, saat banjir melanda, mereka sedang bekerja di sekitar area pembangkit listrik. 

    Dilansir BBC, jenazah dari para pekerja tersebut saat ini masih tertimbun puing-puing terowongan yang ada di area pembangkit listrik. Saat ini, petugas penyelamat sudah diterjunkan ke sana untuk mengevakuasi jenazah mereka. Namun, proses ini tidak mudah karena medan di lapangan sangat menantang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More