Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa operasi pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki mengganggu akses warga Palestina terhadap penghidupan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Data terbaru dari pihak kotamadya setempat menunjukkan sekitar 3.000 warga Palestina masih mengungsi dari dua lingkungan di Kota Hebron, sementara operasi militer Israel dilaporkan masih memblokir jalan masuk dan membatasi pergerakan di wilayah tersebut.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pembantu Sekretaris Jenderal PBB, Shirin Yaseen, dalam konferensi pers di New York, Kamis (29/10/2026). Yaseen kembali menyerukan perlindungan bagi warga Palestina di seluruh Tepi Barat serta menegaskan bahwa pemindahan paksa lanjutan dan pembongkaran harus dicegah.
