Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Bersenjata Turun dari Gerbong KRL, Gerebek Lapak Narkoba Kampung Bahari

2 min read
Polisi Bersenjata Turun dari Gerbong KRL, Gerebek Lapak Narkoba Kampung Bahari
Puluhan personel gabungan turun dari KRL saat menggerebek Kampung Bahari, Minggu (1/11/2026). (Dok. Istimewa)
  • Tim gabungan menggerebek Kampung Bahari dari berbagai arah dengan menumpangi KRL dari Stasiun Tanjung Priok.

  • Petugas menyisir lapak yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba dan menghancurkan beberapa bedeng di pinggir rel.

  • Polisi menangkap 27 orang serta menyita narkotika, mesin pencetak ekstasi, senjata api, dan senjata tajam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tim gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek Kampung Bahari, Jakarta Utara yang dikenal sebagai sarang narkoba pada Minggu (1/11/2026) pagi. Petugas melakukan penggerebekan dengan menumpangi Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok.

Dari video yang diterima IDN Times, puluhan petugas bersenjata memenuhi benerapa gerbong KRL. Mereka turun di Kampung Bahari yang hanya sekitar lima menit dari Stasiun Tanjung Priok untuk melakukan operasi tersebut.

"Betul (naik KRL), yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, dari berbagai arah ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak ya," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso, Minggu.

Setelah sampai di lokasi operasi, tim langsung bergerak menyisir sejumlah titik yang sudah dipetakan termasuk lapak-lapak yang diduga jadi lokasi transaksi narkoba. Beberapa lapak berbentuk bedeng di pinggir rel pun menjadi sasaran dan langsung dihancurkan oleh petugas.

Selama operasi ini, aparat kepolisian sempat mendapatkan perlawanan dari sejumlah warga yang diduga sebagai bentuk pengalihan agar target operasi lepas.

"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," ungkap Bismo.

Dari penggerebekan itu, polisi menangkap 27 orang yang diduga pengedar hingga pengguna narkoba di Kampung Bahari. Adapun barang bukti yang diamankan dari lokasi yaitu sabu sebanyak ratusan kilogram, ekstasi ribuan butir, ganja, sebuah mesin cetak ekstasi hingga senjata api.

“Lalu ada sajam dan bong, ya, peralatan-peralatan yang digunakan untuk penyalahgunaan narkoba. Dan kita akan terus kejar bandar-bandar tersebut,” kata dia.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti narkoba berupa sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin pencetak ekstasi, senjata api (senpi) hingga senjata tajam (sajam).

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More