Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Klaim Sejumlah Tanker Terbakar akibat Ranjau di Selat Hormuz

3 min read
Iran Klaim Sejumlah Tanker Terbakar akibat Ranjau di Selat Hormuz
ilustrasi bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Iran mengklaim sedikitnya empat kapal tanker terbakar setelah menabrak ranjau saat melintasi rute selatan Selat Hormuz yang disebut tidak berizin dan berbahaya.
  • IRGC menyatakan kapal-kapal tersebut mematikan radar serta navigasi, mengabaikan peringatan radio, dan menegaskan ranjau dipasang di perairan dekat pantai Oman.
  • CENTCOM menyebut rute transit utama telah dibersihkan dari ranjau, namun Iran membantahnya; UKMTO juga melaporkan kebakaran kapal dan serangan proyektil terpisah tanpa kepastian keterkaitan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Angkatan bersenjata Iran pada Kamis (29/10/2026) mengklaim sedikitnya empat kapal tanker mengalami kebakaran setelah menabrak ranjau laut saat berupaya melintasi Selat Hormuz. Klaim tersebut muncul sehari setelah militer Amerika Serikat menyatakan telah membersihkan rute-rute transit utama di jalur pelayaran strategis itu.

Pihak Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menyampaikan bahwa kapal-kapal yang melanggar tersebut telah mematikan seluruh sistem radar dan navigasi mereka. Otoritas militer Iran juga menyatakan kapal-kapal tersebut mengabaikan serangkaian peringatan saat berupaya melewati koridor selatan yang tidak berizin.

  1. 1. Kronologi kapal-kapal tanker terbakar menurut militer Iran

    Selat Hormuz
    Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Berdasarkan laporan AFP, IRGC merilis pernyataan mengenai insiden yang menimpa tiga kapal tanker minyak dalam kurun 24 jam di jalur selatan. “Selama 24 jam terakhir, tiga kapal tanker minyak yang melanggar meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau saat mencoba melewati rute selatan Selat Hormuz yang tidak berizin,” sebut IRGC dalam pernyataannya. Saat pernyataan itu dirilis, belum ada kejelasan mengenai waktu pasti terjadinya peristiwa maupun bendera yang dikibarkan kapal-kapal tersebut.

    Masih pada Kamis (29/10/2026), militer reguler Iran melaporkan sebuah kapal tanker lain mengalami kebakaran di sebelah timur selat. Pernyataan militer yang disiarkan televisi pemerintah menyebut kapal itu beroperasi ilegal di area terlarang dan berbahaya, lalu terbakar akibat ranjau hingga tidak dapat bergerak. Teheran menegaskan bahwa rute perairan tidak berizin di dekat pantai Oman tersebut dipasangi ranjau laut.

    Klaim insiden ledakan berlanjut ke hari berikutnya. Berdasarkan laporan terpisah dari Anadolu Agency, Angkatan Laut IRGC kembali mengumumkan gelombang insiden baru pada hari Jumat (30/10/2026). IRGC menyatakan sebuah supertanker pengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah terbakar akibat ranjau di rute selatan setelah mengabaikan peringatan radio berulang kali. Menurut IRGC, peristiwa pada supertanker tersebut menandai insiden keempat kalinya sebuah kapal tanker terbakar di selat itu khusus sejak Jumat (30/10/2026) dini hari saja.

  2. 2. Bantahan Teheran atas klaim pembersihan ranjau Amerika Serikat

    Kapal militer AS di Selat Hormuz
    Kapal militer AS di Selat Hormuz (Official U.S. Navy Page from United States, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Dilansir AFP, laporan berulang otoritas Iran mengenai kapal yang menabrak ranjau dalam beberapa pekan terakhir mendorong Komando Pasukan Sentral Amerika Serikat atau CENTCOM bersuara. CENTCOM menegaskan kembali melalui media sosial bahwa seluruh ranjau di rute transit utama telah dibersihkan. Sikap militer Amerika Serikat itu memicu tanggapan dan sanggahan langsung dari pihak Teheran.

    Juru bicara IRGC Hossein Mohebi menentang pernyataan militer Amerika Serikat tersebut melalui unggahan di media sosial X pada Kamis (29/10/2026). “Buktikan klaim pembersihan ranjau Hormuz kalian dengan bukti independen, bukan pernyataan!” tulis Mohebi. Pihak IRGC juga menegaskan para pemilik dan awak kapal bertanggung jawab atas pelayaran di rute tersebut dan tidak boleh memedulikan "delusi CENTCOM di media sosial".

    Ketegangan maritim di kawasan ini terus berlanjut sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu aksi balasan Iran. Sejak perang pecah, Iran membatasi lalu lintas di selat yang normalnya mengalirkan seperlima konsumsi minyak dan gas global, sementara Washington memblokade pelabuhan Iran. CENTCOM pada Minggu (25/10/2026) menyatakan telah membantu negara-negara Teluk mengekspor 1,5 miliar barel minyak via Hormuz sejak musim panas.

  3. 3. Catatan insiden maritim

    ilustrasi kapal tanker
    ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

    Badan operasi perdagangan maritim Inggris atau UKMTO melaporkan sebuah kapal terbakar dan tenggelam pada hari Kamis (29/10/2026) di 9 mil laut sebelah utara Khasab, Oman. Otoritas regional mengidentifikasi kapal yang mengalami insiden keamanan tersebut sebagai perahu tradisional jenis dhow. UKMTO menambahkan bahwa seluruh awak kapal tersebut telah dievakuasi dengan aman.

    Selain peristiwa itu, UKMTO mencatat laporan kapal lain yang dihantam proyektil tak dikenal di 40 mil laut sebelah selatan Pulau Lavan, Iran, pada pukul 18.00 GMT. Hantaman proyektil pada lambung kiri kapal memicu kebakaran, namun seluruh awak dilaporkan selamat serta tidak ada dampak lingkungan yang terdeteksi. Belum dapat dipastikan apakah laporan UKMTO tersebut berkaitan dengan insiden kapal tanker yang dilaporkan IRGC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More