Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kaum perempuan saat ini masih sering menjadi korban perdagangan manusia di seluruh dunia. Pernyataan itu disampaikan oleh Kantor PBB untuk Masalah Narkoba dan Kriminal (UNODC) dalam hasil investigasi yang dikutip Anadolu Agency pada Kamis (30/7/2026).
Hasil investigasi UNODC menunjukkan, kasus perdagangan manusia sepanjang 2019 sampai 2022 melonjak sebanyak 25 persen. Sub-Afrika Sahara, Amerika Utara, dan Eropa Barat menjadi kawasan dengan peningkatan kasus perdagangan manusia tertinggi di seluruh dunia. Menurut UNODC, peningkatan kasus perdagangan manusia di sana dipicu oleh konflik bersenjata dan bencana iklim.
