Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dihadiri Pemimpin Dunia
Peti jenazah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelum dimakamkan di Iran. (AFP/Atta Kanare)
  • Pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri puluhan pemimpin dunia, menjadikannya salah satu upacara kenegaraan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
  • Indonesia mengirim Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, sebagai perwakilan resmi dalam prosesi penghormatan terakhir yang juga dihadiri berbagai delegasi dari Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
  • Rangkaian pemakaman berlangsung 4–9 Juli 2026, melintasi Teheran, Qom, hingga Mashhad serta melewati kota suci di Irak seperti Baghdad dan Karbala sebagai bagian penghormatan keagamaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berubah menjadi ajang pertemuan para pemimpin dunia. Puluhan kepala negara, pejabat tinggi, hingga delegasi resmi dari berbagai kawasan hadir di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang memimpin Iran selama puluhan tahun itu, termasuk dari Indonesia.

Rangkaian prosesi dimulai di Kompleks Imam Khomeini Mosalla, Teheran, pada Jumat (3/7/2026). Televisi pemerintah Iran menayangkan kedatangan para tamu negara yang secara bergantian menyampaikan belasungkawa di hadapan jenazah Khamenei.

Kehadiran para pemimpin dunia berlangsung di tengah situasi kawasan yang masih rapuh setelah perang, antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berlangsung hampir tiga pekan. Konflik tersebut berakhir melalui nota kesepahaman yang dimediasi sejumlah negara kawasan.

Khamenei sendiri tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Prosesi pemakamannya diperkirakan menjadi salah satu upacara kenegaraan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.

1. Puluhan delegasi berbagai negara hadir memberi penghormatan terakhir

potret eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (commons.wikimedia.org/Khamenei.ir)

Dikutip dari Anadolu, sejumlah negara mengirimkan utusan tingkat tinggi untuk menghadiri prosesi tersebut. Rusia diwakili Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev yang datang sebagai utusan khusus Presiden Vladimir Putin.

Dari kawasan Timur Tengah, hadir Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Presiden Irak Nizar Amidi, Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Ketua Senat Pakistan Yousaf Raza Gillani, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

Delegasi negara-negara Arab juga tampak memenuhi lokasi upacara. Mereka di antaranya Ketua Dewan Syura Qatar Hassan bin Abdullah Al-Ghanim, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Waleed Elkhereiji, Ketua Dewan Negara Oman Abdulmalik bin Abdullah Al Khalili, serta Wakil Presiden Yaman Aidarus al-Zoubaidi.

Sementara itu, dari Asia Tengah hadir Pemimpin Nasional Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow, Ketua Parlemen Uzbekistan Nuriddin Ismoilov, Menteri Luar Negeri Kazakhstan Yermek Kosherbayev, Ketua Parlemen Kirgizstan Marlyn Mamataliyev, hingga Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) Nurlan Yermekbayev.

2. Indonesia kirim Dubes RI untuk Iran

Jubir Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Prosesi pemakaman juga dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai kawasan lain. Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili, Ketua DPR Belarus Igor Sergeyenko, Ketua Senat Mesir Abdel Wahab Abdel Razek, Wakil Perdana Menteri Afghanistan Abdul Ghani Baradar, serta Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi turut hadir di Teheran.

Selain itu, hadir pula Menteri Luar Negeri Burkina Faso Karamoko Jean Marie Traore, Menteri Luar Negeri Republik Kongo Jean-Claude Gakosso, Menteri Urusan Kepresidenan Namibia Charles Mubita, Menteri Luar Negeri Nikaragua Valdrack Jaentschke, Menteri Informasi dan Telekomunikasi Serbia Boris Bratina, serta delegasi Tiongkok yang dipimpin Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional He Wei.

Media Iran juga melaporkan kehadiran utusan khusus Myanmar Tin Aung San, Sekretaris Jenderal D-8 Seyed Soheil Mahmood, perwakilan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ahmed Khokher, delegasi Bangladesh yang dipimpin Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmad, hingga delegasi India yang dipimpin Gubernur Bihar Ata Hasnain.

Mantan Kepala Menteri Jammu dan Kashmir Mehbooba Mufti, utusan khusus Malaysia Mohamad Sabu, kelompok Muslim Syiah Thailand, serta sejumlah delegasi politik dari Bulgaria juga tercatat menghadiri penghormatan terakhir tersebut. Sejumlah organisasi kawasan, termasuk Jihad Islam Palestina dan Hizbullah, ikut mengirimkan perwakilan.

Sementara itu, Indonesia mengirimkan Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat. Pengutusan Roy dikonfirmasi juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, kepada IDN Times melalui pesan singkat, Sabtu (4/7/2026).

“Pak Dubes (hadir dalam upacara pemakaman),” kata Yvonne.

3. Prosesi berlangsung hingga 9 Juli, lintasi Iran dan Irak

potret eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (tasnimnews.ir/Mahmoud Hosseini via commons.wikimedia.org/Mahmoud Hosseini)

Rangkaian pemakaman Khamenei tidak hanya berlangsung di Teheran. Komite penyelenggara menyatakan jadwal resmi masih dapat berubah sesuai kondisi di lapangan, namun prosesi penghormatan publik dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Juli 2026.

Setelah itu, iring-iringan pemakaman utama akan digelar di Teheran pada 6 Juli 2026. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Kota Qom pada 7 Juli sebagai bagian dari rangkaian penghormatan keagamaan.

Pada 8 Juli, prosesi akan berlanjut ke Irak melalui Baghdad, Najaf, dan Karbala. Kota-kota tersebut merupakan pusat penting bagi umat Muslim Syiah dan memiliki nilai religius yang kuat dalam sejarah Islam.

Pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Kompleks Makam Imam Ali Reza di Kota Mashhad, kampung halaman Khamenei sekaligus salah satu situs paling suci bagi umat Muslim Syiah. Rangkaian tersebut menandai penghormatan terakhir kepada pemimpin yang wafat di tengah konflik bersenjata yang sempat mengguncang kawasan Timur Tengah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article