ilustrasi operasi militer (pexels.com/Pixabay)
Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Kolonel Majed Abdullah al-Nuzaili, memaparkan rincian serangan tersebut melalui media sosial X miliknya. Dia menyatakan bahwa ratusan operasi tersebut membidik pusat kendali komando lapangan, benteng pertahanan, titik tembak artileri, serta jalur bala bantuan musuh. Penyerangan intensif ini dilancarkan demi memutus pergerakan personel serta pasokan logistik lawan di medan laga.
Menurut Al-Nuzaili, gempuran tersebut diklaim melumpuhkan kendali operasional lapangan dan membungkam titik tembak Houthi. Situasi tersebut mencegah unit-unit garis depan menerima pasokan senjata dan bala bantuan tambahan. Media Roya News melaporkan bahwa otoritas mengklaim sebanyak 117 kendaraan tempur dan perlengkapan militer Houthi hancur atau tidak dapat berfungsi lagi akibat gempuran tersebut.
Secara keseluruhan, operasi yang berlangsung selama kurun waktu 24 jam itu diklaim telah menetralkan 239 komandan beserta petempur Houthi. Meski demikian, pihak militer tidak mencantumkan pembagian lokasi geografis secara mendalam terkait pelaksanaan 749 operasi tersebut. Mereka juga tidak memerinci sebaran korban jiwa pada masing-masing front tempur secara terpisah.