Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasukan Pemerintah Yaman Klaim Lancarkan 835 Serangan ke Houthi

3 min read
Pasukan Pemerintah Yaman Klaim Lancarkan 835 Serangan ke Houthi
ilustrasi bendera Yaman (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Pasukan pemerintah Yaman mengklaim melancarkan 835 serangan dalam 24 jam melalui Operation Dawn of Yemen, melibatkan jet tempur, drone, artileri, roket, dan penembak jitu.
  • Militer mengklaim 285 petempur serta komandan Houthi tewas atau terluka, sementara 190 kendaraan, perlengkapan, dan drone rusak atau hancur; angka ini belum terverifikasi independen.
  • Di Taiz dan Marib, pemerintah mengaku menekan Houthi, sementara kelompok itu mengklaim menembakkan rudal ke Bandara Aden; ofensif bertujuan merebut wilayah termasuk Sanaa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan pemerintah Yaman mengklaim telah melancarkan 835 serangan terhadap posisi dan pergerakan milisi Houthi dalam kurun waktu 24 jam. Operasi militer berskala besar tersebut merupakan bagian dari kampanye militer berkelanjutan bertajuk Operation Dawn of Yemen.

Gempuran intensif yang diumumkan pada Rabu (21/10/2026) waktu setempat ini dilaporkan melumpuhkan ratusan personel musuh serta menghancurkan berbagai persenjataan tempur di beberapa front Yaman. Dilansir Anadolu Agency, operasi militer ini mengerahkan lintas elemen tempur udara hingga unit darat untuk melemahkan pertahanan kelompok tersebut.

  1. 1. Ratusan personel Houthi diklaim lumpuh dalam operasi

    Pasukan Houthi
    Pasukan Houthi (Henry Ridgwell, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Juru bicara militer Yaman, Kolonel Majed Abdullah al-Nuzayli, mengumumkan rincian operasi tersebut melalui pernyataan resmi di platform X. Dia menyatakan bahwa operasi ini melibatkan jet tempur, pesawat nirawak, artileri medan, peluncur roket, dan unit penembak jitu. Serangan terkoordinasi tersebut membidik pergerakan pasukan, titik kumpul milisi, bala bantuan, kendaraan lapis baja, sistem persenjataan, hingga jalur pasokan logistik lawan.

    Militer Yaman mengeklaim sekitar 285 petempur serta komandan Houthi berhasil dilumpuhkan, baik tewas maupun mengalami luka-luka. Selain jatuhnya korban jiwa di kubu lawan, sekitar 190 kendaraan militer, perlengkapan tempur, dan pesawat nirawak dilaporkan hancur atau rusak. Seperti dilansir Gulf News, data jumlah korban dan tingkat kerusakan material yang dirilis pihak militer tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

  2. 2. Dinamika pertempuran di wilayah Taiz dan Marib

    Pemandangan Kota Taiz di Yaman, dengan deretan bangunan padat yang membentang di kaki pegunungan di bawah langit cerah.
    Taiz, Yaman (Rod Waddington, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

    Pasukan pemerintah yang didukung kelompok petempur lokal berhasil memukul mundur upaya milisi Houthi untuk merebut kembali posisi di Provinsi Taiz. Al-Nuzayli membeberkan bahwa pihak Houthi sempat mengerahkan pasukan tambahan dan bala bantuan, tetapi gagal mencapai tujuan taktis mereka. Media lokal turut mengabarkan terjadinya kontak senjata sengit antara kedua pihak di dekat bandara lama dan kawasan Gunung Han di sebelah barat Kota Taiz.

    Sementara itu, di front pertempuran bagian utara dan timur sebelah barat wilayah Marib, satuan lapis baja, artileri medan, dan armada pesawat nirawak pemerintah terus menggempur kubu pertahanan serta sistem persenjataan Houthi. Rangkaian serangan di Marib sengaja diarahkan guna membatasi ruang manuver, konsentrasi kekuatan, dan mobilitas pasukan musuh.

  3. 3. Klaim serangan rudal Houthi dan dinamika ofensif Yaman

    Ilustrasi konflik militer dengan suasana tegang yang menggambarkan situasi peperangan dan ketidakstabilan keamanan.
    Ilustrasi konflik militer (pexels.com/Edu Raw)

    Pada hari yang sama, stasiun televisi lokal Yaman melaporkan adanya serangan udara yang menghantam posisi Houthi di timur kota pesisir Mokha tanpa menyertakan rincian korban. Di sisi lain, Yemen TV mengabarkan milisi Houthi menargetkan Bandara Aden dengan rudal balistik, meski belum dapat dipastikan apakah rudal tersebut mengenai sasaran. Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas tembakan rudal tersebut dan menyatakan sasarannya adalah ruang operasi militer Arab Saudi di Kamp Badr.

    Sebelum aksi terbaru ini, tentara Yaman pada Selasa (20/10/2026) melaporkan telah melancarkan 744 serangan dan melumpuhkan sekitar 200 petempur Houthi dalam kurun 24 jam sebelumnya. Gempuran masif tersebut menjadi bagian dari ofensif yang diluncurkan awal Oktober 2026 untuk merebut kembali wilayah yang diduduki Houthi, termasuk ibu kota Sanaa, dengan sokongan koalisi pimpinan Arab Saudi. Konflik Yaman sendiri terus berkecamuk sejak Houthi menguasai Sanaa pada 2014, yang kemudian memicu intervensi militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More