Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei resmi mengisi enam posisi komando militer utama pada Senin (10/8/2026). Langkah strategis ini diambil guna mengakhiri masa kepemimpinan darurat dan memulihkan rantai komando di Angkatan Bersenjata serta Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) pascatewasnya jajaran jenderal utama dalam serangan militer AS dan Israel.
Kebijakan tersebut diterbitkan melalui keputusan terpisah untuk mengonsolidasikan struktur kepemimpinan permanen demi menjaga stabilitas pertahanan nasional Iran.
