BGN Investigasi Keracunan MBG Berastagi, Dapur Kena Suspend-Kepala SPPG Dicopot

- BGN akan menginvestigasi kasus keracunan di SMA Negeri 1 Berastagi.
- Dapur SPPG yang mendistribusikan makanan ditangguhkan dan kepala SPPG dicopot.
- Sejumlah siswa dibawa ke rumah sakit, sementara penerima manfaat akan dialihkan ke SPPG lain.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memastikan akan melakukan investigasi terhadap kasus keracunan di SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Ia menyebut, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan ditangguhkan dan kepala SPPG langsung dicopot.
"Pokoknya kita cek, dapur kita suspend, kemudian kepala SPPG-nya kita copot, kita investigasi, kemudian kalau perlu kalau dia memang secara ada kesengajaan unsur ini unsur itu ya, SPPG kalau perlu kita pecat, dapurnya kita tutup permanen," kata dia saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
1. Murid keracunan usai menyantap MBG

SPPG menyiapkan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG. Para siswa tersebut saat ini dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Erdianta Sitepu, membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Iya, di SMA 1 terakhir kak," ujar Erdianta kepada IDN Times saat dikonfirmasi, Selasa (12/8/2026).
2. Dapur penyedia MBG disuspensi

SPPG Palmerah menyiapkan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (6/1/2025). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Terkait kejadian ini, KPPG Medan akan memberikan sanksi kepada dapur penyedia makanan.
"Kalau dapur pasti disuspensi. Ini KPPG Medan sedang menerbitkan nota dinas untuk suspensi dapur tersebut," kata Erdianta.
Setelah suspensi, BGN akan memeriksa seluruh pihak terkait. Pemeriksaan akan menyasar SPPG, ahli gizi, akuntan, asisten lapangan, dan mitra yang terlibat dalam penyediaan makanan.
"Penerima manfaat yang sebelumnya diberikan oleh SPPG itu, nanti akan dialihkan ke SPPG lain. Jadi artinya jangan sampai ketika yang disuspensi, penerima manfaat yang harusnya mendapatkan makanan itu menjadi tidak terima lagi ke depan setelah dia disuspensi," ujarnya.
3. KPPG masih mengumpulkan data dan informasi terkait penyebabnya

SPPG Simpang Selayang 1 Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) Erdianta menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait penyebab pasti keracunan MBG. Jika sudah ada data yang lebih pasti, KPPG Medan akan segera menyampaikan.





















