Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemukim Israel Serang Desa Palestina dan Bakar Dua Masjid
Ilustrasi penyerangan (magnific.com/EyeEm)
  • Kelompok pemukim Israel menyerang desa-desa di Tepi Barat, membakar dua masjid di Qusra dan Kour, serta merusak bangunan warga dengan coretan berbahasa Ibrani.
  • Aksi pembakaran terjadi dua hari setelah bentrokan di Desa Tal, dekat Nablus, yang menurut laporan menewaskan empat warga Palestina dan dua tentara Israel.
  • Militer Israel menyelidiki insiden, mengerahkan pasukan tambahan, dan memperketat pengamanan; PBB mengingatkan perlindungan warga sipil serta tempat ibadah berdasarkan hukum humaniter internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kelompok pemukim Israel menyerang sejumlah desa di Tepi Barat dan membakar dua masjid pada Minggu (26/7/2026). Aksi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat bentrokan yang menewaskan korban jiwa dua hari sebelumnya di wilayah Nablus.

Serangan tersebut memicu kecaman keras dari otoritas Palestina. Peristiwa ini juga meningkatkan kekhawatiran atas memburuknya situasi keamanan di Tepi Barat.

Sementara itu, militer Israel menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut. Mereka juga memperketat pengamanan di wilayah-wilayah yang terdampak.

1. Dua masjid dan bangunan warga jadi sasaran serangan

Kelompok pemukim Israel dilaporkan masuk ke sejumlah desa di Tepi Barat pada Minggu dini hari. Mereka membakar dua masjid dan merusak beberapa bangunan dengan coretan tulisan berbahasa Ibrani.

Di Desa Qusra, kebakaran merusak masjid yang pembangunannya hampir selesai. Sementara di Desa Kour, warga bergerak cepat memadamkan api yang membakar pintu masuk masjid.

"Masjid ini sudah tahap akhir dan siap digunakan untuk beribadah. Namun, pelaku membakarnya dan menuliskan slogan berbahasa Ibrani di dinding," kata Kepala Dewan Desa Qusra, Abdel Azim Wadi.

2. Aksi pembakaran terjadi usai bentrokan di Nablus

Pembakaran masjid ini terjadi dua hari setelah bentrokan antara warga Palestina, pemukim Israel, dan pasukan keamanan di Desa Tal, sebelah barat daya Nablus. Menurut otoritas Palestina, bentrokan bermula saat sekelompok pemukim memasuki area desa.

Militer Israel menyatakan terjadi adu tembak antara kedua pihak dalam insiden tersebut. Bentrokan ini menyebabkan empat warga Palestina dan dua tentara Israel tewas.

"Kedua belah pihak saling melepaskan tembakan di lokasi kejadian," tulis pernyataan resmi militer Israel.

3. PBB imbau perlindungan sipil

Militer Israel mengerahkan pasukan tambahan untuk mengejar pelaku pembakaran dan mencegah bentrokan susulan. Otoritas keamanan juga meningkatkan pengawasan di beberapa titik rawan Tepi Barat.

"Pasukan keamanan mengecam tindakan merusak tempat ibadah. Kami akan bertindak tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini," kata pihak militer Israel, dilansir CBC News.

Di tengah meningkatnya kekerasan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan semua pihak untuk mematuhi hukum humaniter internasional. PBB menegaskan bahwa warga sipil dan fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, wajib dilindungi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article