Jakarta, IDN Times - Para pemukim Israel menembaki sebuah sekolah di kota al-Mughayyir, Tepi Barat yang diduduki, pada Selasa (21/4/2026). Insiden itu menewaskan sedikitnya dua warga Palestina, termasuk seorang remaja, dan melukai beberapa orang lainnya.
Dilansir BBC, Walikota al-Mughayyir, Amin Abu Alia, mengatakan bahwa sekitar 10 pemukim datang ke desa tersebut bersama tentara, lalu melepaskan tembakan ke arah sebuah sekolah menengah pertama (SMP). Korban tewas diidentifikasi sebagai Aws Hamdi al-Naasan, 14 tahun, dan Jihad Marzouq Abu Naim, 32 tahun. Abu Alia mengatakan mereka dibunuh oleh tentara, sementara Kementerian Kesehatan Palestina menyebut kematian mereka disebabkan oleh tembakan para pemukim.
Ayah al-Naasan sebelumnya juga tewas akibat serangan pemukim pada 2019.
“Sepertinya sejarah terulang kembali. Hal ini menunjukkan bahwa pendudukan terus melakukan kebijakan arogan dan kriminal terhadap rakyat Palestina yang tidak bersenjata, melalui pembunuhan, perusakan, penyitaan, dan segala sesuatu yang dapat dibayangkan,” kata paman korban, Faraj al-Naasan, dikutip The New Arab.
