Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengguna AI Tembus 700 Juta Orang, China Perketat Keamanan

3 min read
Pengguna AI Tembus 700 Juta Orang, China Perketat Keamanan
Bendera China (pixabay.com/PublicDomainPictures)
  • Pengguna AI generatif di China mencapai 700 juta pada Juni 2026, bertambah lebih dari 100 juta dalam enam bulan dan melampaui 50 persen populasi.
  • Adopsi AI mendorong penggunaan fitur tanya jawab, pengolah dokumen, serta pembelian perangkat pintar; daya komputasi domestik juga naik 177 persen secara tahunan.
  • Dengan lebih dari 10.740 pelaku usaha AI, pemerintah China mempercepat regulasi untuk perlindungan data anak, pencegahan manipulasi digital, dan keamanan ekosistem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perkembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) di China mencatat capaian baru pada pertengahan tahun ini. Hal tersebut diumumkan dalam Konferensi Sumber Daya Infrastruktur Internet China ketujuh di Beijing pada Selasa (29/9/2026).

Data Pusat Informasi Jaringan Internet China menunjukkan layanan AI kini telah menjangkau lebih dari separuh populasi negara tersebut. Perluasan ini mencerminkan pesatnya adopsi perangkat digital modern secara massal oleh masyarakat setempat.

  1. 1. Lonjakan jumlah pengguna AI di China

    Ilustrasi AI sebagai teknologi yang canggih
    Ilustrasi AI sebagai teknologi yang canggih

    Jumlah pengguna AI generatif di China resmi menembus 700 juta orang pada Juni 2026, naik tajam dari 602 juta pengguna pada akhir 2025. Penambahan lebih dari 100 juta pengguna baru hanya dalam enam bulan ini membuat tingkat penggunaan nasional melampaui 50 persen.

    Masyarakat China kini menggunakan AI bukan sekadar untuk uji coba, melainkan sebagai alat bantu utama penyelesaian pekerjaan harian. Sebanyak 76 persen warganet mengandalkan AI untuk fitur tanya jawab, sementara penggunaan fitur pengolah dokumen melonjak dua kali lipat dari periode sebelumnya.

    Tingginya minat masyarakat ini membuka peluang keuntungan besar bagi pengembang perangkat lunak setempat.

    "Jumlah pengguna yang besar akan mendatangkan pendapatan, sehingga prospek bagi perusahaan pengembang AI di China sangat cerah," kata analis industri teknologi, Ma Jihua, dilansir China Daily.

  2. 2. Tingginya pembelian gawai pintar di tingkat konsumen

    ilustrasi AI, teknologi
    ilustrasi AI, teknologi (vecteezy.com/Ilham Bahrun)

    Pesatnya penggunaan AI sejalan dengan peningkatan kapasitas sistem komputasi berkecepatan tinggi buatan dalam negeri. Daya komputasi China telah mencapai 2.185 EFLOPS pada Juni 2026, melonjak 177 persen secara tahunan berkat pengoperasian pusat superkomputer berkapasitas 100.000 cip lokal.

    Di tingkat konsumen, maraknya AI juga memicu tingginya pembelian gawai pintar yang mampu memproses data secara mandiri. Sekitar 38,7 persen konsumen telah membelanjakan uangnya untuk perangkat pintar yang dapat dikenakan (wearables) maupun ponsel berfitur AI selama paruh pertama tahun ini.

    Ketersediaan perangkat keras lokal memungkinkan perusahaan menawarkan layanan AI dengan biaya terjangkau.

    "Model AI China mungkin bukan yang terbaik di dunia, tetapi bagi banyak orang sistem ini bisa menyelesaikan pekerjaan dengan biaya jauh lebih murah," kata pakar teknologi industri Zhongguancun, Xiang Ligang.

  3. 3. Pengetatan aturan pemerintah demi keamanan ekosistem AI

    ilustrasi AI
    ilustrasi AI (vecteezy.com/sompoch sivakosit)

    Pesatnya pertumbuhan industri AI yang kini digerakkan oleh lebih dari 10.740 unit usaha mendorong pemerintah China mempercepat penyusunan regulasi. Kementerian di bidang perdagangan dan kesehatan telah menetapkan panduan teknis agar penerapan teknologi digital di lapangan berjalan teratur.

    Pemerintah kini mulai mengalihkan fokus dari sekadar menciptakan inovasi ke penanganan risiko nyata, seperti perlindungan data anak dan pencegahan manipulasi digital. Pendekatan hati-hati ini diterapkan guna memastikan industri AI tumbuh secara aman dan berkelanjutan.

    Penyelarasan antara pertumbuhan ekonomi digital dan keamanan publik menjadi kunci ketahanan ekosistem AI China.

    "Membuka nilai industri AI berkaitan erat dengan penerapannya, sedangkan aturan pemerintah memastikan keamanannya. Keduanya saling melengkapi dan tidak bertentangan," ungkap akademisi Universitas Komunikasi China, Zheng Ning.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More