Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penikaman di Times Square New York, Satu Korban Tewas dan Pelaku Ditembak Polisi
ilustrasi pisau (pexels.com/Eric Mclean)
  • Seorang wanita bernama Pamela Cisneros menikam dua orang di Times Square pada 31 Agustus 2026; Erin Piacenti, 32 tahun, meninggal di rumah sakit, sementara korban pria 68 tahun stabil.
  • Polisi mengepung Cisneros setelah ia mengabaikan perintah menjatuhkan dua pisau dan mengancam petugas. Taser gagal menghentikannya, sehingga dua polisi menembak pelaku hingga tewas.
  • NYPD mencatat riwayat gangguan kesehatan mental Cisneros pada 2018–2019, tanpa riwayat kriminal. Wali Kota Zohran Mamdani menyatakan rekaman kamera tubuh polisi akan dibuka secara transparan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Aparat Departemen Kepolisian New York (NYPD) menembak mati seorang wanita yang nekat melancarkan penikaman di kawasan Times Square, New York, Amerika Serikat (AS), pada Senin (31/8/2026). Salah satu korban bernama Erin Piacenti (32) mengembuskan napas terakhir usai dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue, sedangkan korban pria berusia 68 tahun kini dalam kondisi stabil.

Petugas bergegas menuju area West 43rd Street dan Seventh Avenue sesaat setelah menerima laporan warga pada pukul 16.20 waktu setempat. Pihak kepolisian mengonfirmasi identitas pelaku yang tewas ditembak sebagai Pamela Cisneros (49), warga Queens, sembari menggelar penyelidikan internal atas insiden ini.

1. Pelaku menikam dua korban di kawasan Times Square

ilustrasi Times Square, New York City (pexels.com/Namrata Garad)

Pusat panggilan darurat 911 NYPD dibanjiri laporan warga ketika aksi brutal tersebut berlangsung di sekitar West 41st Street dan Seventh Avenue. Berdasarkan penuturan saksi kepada penyidik, Cisneros secara mendadak mengeluarkan dua bilah pisau dari kantong belanja Target berwarna merah sebelum menghampiri korbannya.

Komisaris Polisi Jessica Tisch menjelaskan bahwa korban pertama adalah seorang pria lansia yang diserang pada bagian perut usai pelaku mengayunkan senjatanya. Hanya berselang 20 detik, Cisneros berjalan menyusuri Seventh Avenue menuju 42nd Street lalu menikam perut Piacenti secara brutal.

2. Polisi menembak pelaku setelah perintah diabaikan

ilustrasi mobil polisi (pexels.com/Eric Mclean)

Sejumlah petugas yang tiba di lokasi langsung mengepung Cisneros di Seventh Avenue, tepatnya di antara West 42nd dan West 43rd Street. Ketegangan sempat berlangsung selama empat menit lantaran pelaku terus membangkang saat diminta menjatuhkan senjata tajamnya.

Tisch membeberkan gertakan serta ancaman mengerikan yang dilontarkan Cisneros kepada dua personel polisi di tengah konfrontasi tersebut.

“Selama pertemuan itu, dia berkata kepada para petugas, ‘Saya tidak akan menjatuhkan apa pun. Saya lebih suka membunuh kalian berdua.’ Dia mengulangi, ‘Saya akan membunuh kalian,’” kata Tisch, dikutip CBS News.

Aparat sempat melepaskan tembakan Taser ke arah Cisneros yang mengenakan baju berwarna peach, namun alat penyengat itu gagal menghentikan langkahnya hingga dua polisi terpaksa melepas tembakan mematikan. Wali Kota Zohran Mamdani memastikan rekaman kamera tubuh (body-worn camera) milik petugas saat peristiwa penembakan terjadi bakal dibuka transparan kepada publik.

Saksi mata bernama Jorge Disla turut menceritakan detik-detik mencekam saat aparat kepolisian menyudutkan pelaku di tempat kejadian perkara.

“Ketika saya melihat polisi berlari di sekitar sudut, saya melihat apa yang sedang terjadi, apa situasi sebenarnya. Situasinya adalah seorang wanita Hispanik dengan dua pisau di tangannya mencoba bergerak maju dan polisi berkata, ‘Jatuhkan itu,’” kata Disla.

3. NYPD mencatat riwayat kesehatan mental pelaku

ilustrasi berkas kesehatan (pexels.com/Pixabay)

Tisch mengonfirmasi bahwa kepolisian memiliki rekam medis terkait gangguan kesehatan mental yang diidap Cisneros pada kurun 2018 dan 2019. Meski demikian, wanita tersebut tercatat tidak pernah memiliki rekam jejak kriminal ataupun riwayat penangkapan sebelumnya.

Mamdani melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian atas respons cepat mereka di lapangan. Menurutnya, kesigapan petugas berhasil mencegah aksi penikaman mengerikan itu memakan lebih banyak korban jiwa.

Sebagian ruas jalan Seventh Avenue kini sudah kembali dibuka usai ditutup sementara untuk proses olah TKP. Wisatawan asal Boston, Melinda Puzon, mengaku sangat terguncang saat menyaksikan kepanikan massa di lokasi kejadian.

“Kami mendengar tembakan itu. Ada begitu banyak orang di jalan. Ini sangat mengejutkan,” kata Puzon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article