Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tiga Pelajar Tewas Terseret Arus di Perairan Kagoshima Jepang

Tiga Pelajar Tewas Terseret Arus di Perairan Kagoshima Jepang
ilustrasi tenggelam (unsplash.com/Stormseeker)
  • Lima pelajar berenang di perairan Ichikikushikino, Kagoshima, Jumat sore; empat terseret arus saat dua di antaranya berupaya menolong rekan yang lebih dulu terbawa ke tengah laut.
  • Seorang pelajar 12 tahun berhasil dievakuasi selamat setelah pelajar kelima meminta bantuan. Operasi gabungan polisi dan penjaga pantai berlanjut hingga Sabtu pagi.
  • Tim SAR menemukan tiga korban tewas, yaitu Haruki Shitaebisu (17), Kensei Shitaebisu (13), dan Takahiro Takemoto (14). Gelombang tinggi serta arus kencang dilaporkan memicu insiden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tragedi memilukan menimpa tiga pelajar yang ditemukan tewas akibat terseret arus laut di kawasan pesisir Prefektur Kagoshima, Jepang, pada Jumat (28/8/2026). Insiden naas tersebut bermula saat para korban yang sedang berenang mendadak tersapu gelombang tinggi hingga terbawa jauh ke tengah lautan.

Menanggapi peristiwa ini, tim penyelamat gabungan dari kepolisian dan penjaga pantai segera menggelar operasi pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian. Seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi petugas pada Sabtu (29/8/2026).

  1. 1. Tersapu ombak saat berupaya menolong rekan

    Peristiwa nahas ini bermula ketika lima pelajar berenang di perairan Kota Ichikikushikino pada Jumat sore. Dua pelajar di antaranya tiba-tiba terseret arus ke tengah laut dan kesulitan berenang. Melihat hal tersebut, dua rekan mereka refleks melompat dari bebatuan pesisir untuk memberikan pertolongan, tetapi justru ikut tersapu arus yang deras.

    Beruntung, satu pelajar yang masih berada di daratan bertindak cepat menghubungi layanan darurat. Tim penyelamat yang segera tiba di lokasi kejadian berhasil mengevakuasi seorang pelajar SMP berusia 12 tahun dalam kondisi selamat.

    "Pelajar kelima yang tidak ikut terseret arus dengan cepat meminta bantuan, sehingga petugas penyelamat bisa segera datang ke lokasi," kata perwakilan Penjaga Pantai Jepang, dilansir Japan Today.

  2. 2. Tim SAR temukan dan evakuasi tiga jasad korban

    Operasi pencarian terus berlanjut hingga Sabtu pagi dengan menyisir area sekitar perairan Pantai Terushima. Tim SAR akhirnya menemukan dan mengevakuasi tiga jasad pelajar yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak.

    Berdasarkan hasil identifikasi, petugas memastikan ketiga korban tewas bernama Haruki Shitaebisu (17), adiknya Kensei Shitaebisu (13), dan Takahiro Takemoto (14). Penemuan ketiga jasad ini secara resmi mengakhiri operasi pencarian yang digelar oleh otoritas maritim setempat.

    "Ketiga korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi usai dievakuasi ke daratan pada Sabtu pagi," ujar juru bicara Penjaga Pantai Jepang.

  3. 3. Gelombang tinggi jadi pemicu utama insiden

    Cuaca di lokasi kejadian dilaporkan sangat buruk dengan hantaman ombak yang besar. Arus laut yang kencang membuat para korban kehabisan tenaga dan gagal menyelamatkan diri kembali ke daratan.

    Otoritas awalnya sempat mengira area bebatuan tersebut merupakan zona terlarang untuk berenang. Namun, Penjaga Pantai Jepang meralat informasi itu dan mengonfirmasi bahwa masyarakat sebenarnya diperbolehkan berenang di wilayah pesisir tersebut.

    "Meski kawasan ini terbuka untuk umum, kami mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai bahaya arus laut dan cuaca ekstrem demi mencegah jatuhnya korban jiwa," tutur pejabat maritim Jepang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More