Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penikaman di Inggris Lukai Dua Pria Yahudi

Penikaman di Inggris Lukai Dua Pria Yahudi
ilustrasi serangan pisau (unsplash.com/Markus Spiske)
Intinya Sih
  • Dua pria Yahudi terluka parah akibat penikaman di Golders Green Road, London utara, dengan pelaku berhasil ditangkap setelah dikejar warga dan dilumpuhkan polisi menggunakan taser.
  • Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut serangan itu sangat mengkhawatirkan, memuji respons cepat pihak keamanan, serta menegaskan komitmen membawa pelaku ke pengadilan.
  • Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kasus dugaan antisemitisme di London utara, termasuk upaya pembakaran sinagoge dan ambulans dalam beberapa pekan terakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Dua pria Yahudi mengalami luka parah dalam aksi penikaman di London utara, Inggris. Polisi telah mengamankan tersangka, sementara sejumlah kendaraan layanan darurat, termasuk ambulans dan helikopter, dikerahkan ke lokasi kejadian.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Golders Green Road pada Rabu (29/4/2026). Organisasi keamanan Yahudi setempat, Shomrim, mengatakan bahwa seorang pria bersenjatakan pisau terlihat berlari di jalan utama sambil berusaha menikam orang-orang Yahudi. Kelompok tersebut segera menahan tersangka, sebelum polisi akhirnya tiba dan menggunakan taser untuk mengendalikannya.

"Pria tersebut kini telah ditangkap," ujar Shomrim. Pihaknya menambahkan bahwa kedua korban telah mendapatkan perawatan dari organisasi relawan Yahudi, Hatzola.

1. Polisi lakukan pengamanan ketat di lokasi kejadian

ilustrasi penjagaan polisi (unsplash.com/David Trinks)
ilustrasi penjagaan polisi (unsplash.com/David Trinks)

Dilansir dari BBC, warga setempat bernama Gedale Weinberg mengatakan bahwa serangan itu terjadi di dekat rumahnya. Ia mengetahui peristiwa itu setelah mendengar kedatangan polisi dan ambulans.

Weinberg mengungkapkan bahwa satu orang ditikam di depan pertokoan, sementara satunya lagi ditikam di pinggir jalan di luar sinagoge. Ia menambahkan bahwa jalan tempat tinggalnya kini ditutup usai serangan tersebut, dengan polisi berjaga di sekitar lokasi kejadian.

2. PM Inggris sebut aksi penikaman di Golders Green Road sangat mengkhawatirkan

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (Number 10, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Berbicara di parlemen, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut serangan itu sangat mengkhawatirkan dan mengatakan bahwa penyelidikan tengah berlangsung,

"Saya pikir kita semua perlu melakukan segala yang kita bisa untuk mendukung penyelidikan tersebut serta benar-benar tegas dalam tekad kita untuk menangani setiap pelanggaran seperti ini, yang dalam beberapa waktu terakhir terlalu sering kita saksikan," ujarnya, dikutip dari The Guardian.

Dalam unggahannya di platform media sosial X, Starmer juga menyampaikan terima kasih kepada Shomrim, Hatzola dan pihak kepolisiani atas respons cepat mereka. Ia juga berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab akan diseret ke pengadilan.

3. Dugaan kejahatan bermotif antisemitisme telah beberapa kali terjadi di London

bendera Inggris (unsplash.com/Rodrigo Santos)
bendera Inggris (unsplash.com/Rodrigo Santos)

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kejahatan yang diduga bermotif antisemitisme telah terjadi di London utara, yang punya populasi besar Yahudi. Kasus-kasus tersebut mencakup upaya pembakaran sebuah sinagoge dan ambulans.

Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Beberapa orang, mulai dari remaja hingga yang berusia 40-an, telah ditangkap dan didakwa terkait kasus-kasus tersebut. Adapun serangkaian serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul perang Amerika Serikat (AS)- Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More