Menurut laporan Jerusalem Post pada Selasa (22/9/2026), ribuan warga Yaman saat ini sudah sampai di Djibouti utara. Mereka dikabarkan berangkat ke Djibouti untuk mengungsi menggunakan sejumlah kapal lewat Selat Bab el-Mandeb. Mereka turut membawa sanak keluarga dan kerabat dekat untuk mengungsi ke negara tersebut.
Perang Memanas, Ribuan Warga Yaman Pilih Ngungsi ke Djibouti

- Ribuan warga Yaman mengungsi ke Djibouti utara dengan kapal melintasi Selat Bab el-Mandeb, menyusul eskalasi perang antara militer Yaman dan milisi Houthi.
- Para pengungsi mencari keselamatan bagi keluarga dan anak-anak yang terdampak suara pesawat serta ledakan, sambil berharap perang saudara yang menewaskan warga sipil segera berakhir.
- Lebih dari 3.000 warga Yaman telah tiba di Djibouti; PBB memperkirakan sekitar 120.000 orang mengungsi ke negara tetangga, sementara bentrokan masih berlanjut.
1. Warga Yaman sengaja mengungsi ke Djibouti untuk mencari tempat aman

potret bendera Djibouti (pexels.com/aboodi vesakaran) Warga Yaman mengaku, kondisi di negaranya saat ini sudah semakin tidak aman untuk mereka dan keluarga mereka. Sebab, perang antara militer Yaman dan Houthi terus terjadi setiap hari. Hal ini mengganggu keamanan dan kenyamanan mereka. Oleh karena itu, mereka sengaja mengungsi ke Djibouti untuk mencari tempat yang lebih aman dari bahaya perang yang terjadi di Yaman.
"Bagaimana saya bisa hanya duduk diam ketika anak-anak saya berteriak dan gemetar ketakutan? Ketika suara pesawat mulai terdengar dan anak-anak kami mendengarnya, mereka mulai berteriak dan menjerit. Sebagai orang tua, itu adalah tanggung jawab kami. Apa yang bisa Anda lakukan ketika melihat ini? Itulah mengapa kami melarikan diri untuk menyelamatkan mereka," kata Ibrahim Issa, seorang nelayan Yaman berusia 50 tahun, saat diwawancara salah satu jurnalis BBC, Frank Gardner.
2. Warga Yaman ingin perang saudara di negaranya segera berakhir

ilustrasi perang saudara (unsplash.com/Duncan Kidd) Sejumlah warga Yaman lainnya yang juga mengungsi ke Djibouti mengaku sudah muak dengan perang saudara yang terjadi di negaranya. Oleh karena itu, mereka berharap perang antara militer Yaman dan Houthi bisa segera berakhir. Sebab, perang tersebut juga sudah menewaskan banyak warga Yaman yang sebetulnya tidak bersalah.
"Apa yang membuat kita datang ke sini? Itu suara pesawat. Suara pesawat dan dentuman! Itulah yang membuat kami melarikan diri demi anak-anak kami. Itu membakar hati kami. Kami tidak tahu dari pihak mana mereka berasal. Mereka membom di mana-mana karena Houthi ada di mana-mana, di pegunungan, di jalan-jalan. Sebuah pesawat datang dan bom berjatuhan di mana-mana," ujar warga Yaman lainnya bernama Qassim Abraham Abssy.
3. Ada lebih dari 3.000 warga Yaman yang mengungsi ke Djibouti

potret wilayah pengungsian (pexels.com/Ahmed akacha) Saat ini, ada lebih dari 3.000 warga Yaman yang telah mengungsi ke Djibouti. Menurut prediksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sejauh ini, total ada sekitar 120.000 warga Yaman yang sudah mengungsi ke negara tetangga karena perang saudara yang terjadi di negaranya. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah jika perang terus berlanjut.
Warga Yaman sendiri banyak yang memilih Djibouti sebagai tempat pengungsian mereka karena letaknya cukup dekat. Jaraknya hanya sekitar 100 kilometer dari Kota Dhubab, salah satu kota pesisir Yaman yang menghadap ke Selat Bab el-Mandeb. Oleh karena itu, mereka hanya perlu menyewa kapal untuk berangkat ke Djibouti bersama keluarga dan kerabat dengan menyeberangi selat tersebut.
Hingga saat ini, bentrokan antara Yaman dan Houthi masih terjadi. Pada Senin kemarin, militer Houthi mengklaim berhasil melakukan serangan ke pasukan dan jalur pasokan senjata Houthi yang ada di Selat Bab el-Mandeb dan di wilayah Al-Bayda.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















