Jakarta, IDN Times - Militer Korea Selatan mengungkapkan bahwa pihak Korea Utara telah menanam sekitar 960 ribu ranjau darat baru di sepanjang kawasan Zona Demiliterisasi (DMZ) sejak awal 2024. Penanaman bahan peledak secara masif tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi pertahanan Pyongyang untuk membentengi sekaligus menutup akses perbatasan dengan Korea Selatan.
Informasi pertahanan ini disampaikan secara resmi kepada Majelis Nasional Korea Selatan pada Jumat (23/10/2026) melalui Komite Pertahanan dan Intelijen. Laporan tersebut menyoroti langkah percepatan militerisasi yang secara drastis meningkatkan kepadatan sebaran peledak aktif di kawasan perbatasan kedua negara.
