Jakarta, IDN Times – Maskapai Cathay Pacific mengonfirmasi salah satu penerbangannya dari Hong Kong menuju London sempat kehilangan komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara (air traffic control/ATC), sehingga memicu peringatan dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Dalam keterangan kepada media Hong Kong Free Press (HKFP) pada Rabu (8/7/2026), Cathay Pacific menyatakan penerbangan CX257 mengalami kehilangan komunikasi sementara dengan otoritas pengatur lalu lintas udara setempat pada 4 Juli 2026.
Akibat insiden tersebut, pesawat kemudian dicegat oleh otoritas terkait sesuai prosedur internasional yang berlaku.
“Komunikasi berhasil dipulihkan dan penerbangan melanjutkan perjalanan ke Bandara Heathrow sesuai rencana,” kata Cathay Pacific, dikutip dari HKFP, Kamis (9/7/2026).
Maskapai menegaskan keselamatan penumpang maupun awak pesawat tidak pernah terancam. Cathay Pacific juga menyatakan, pesawat tetap terbang di jalur yang telah diizinkan selama penerbangan berlangsung.
Insiden itu pertama kali diungkap Menteri Pertahanan Hungaria, Romulusz Ruszin-Szendi, melalui unggahan di Facebook pada Sabtu (4/7/2026). Ia mengatakan, dua jet tempur Hungaria dikerahkan setelah NATO mengeluarkan peringatan ketika pesawat Cathay Pacific gagal menjalin komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara sipil Rumania saat melintasi wilayah udara negara tersebut.
Menurut Ruszin-Szendi, peringatan NATO dikeluarkan pada pukul 13.42 waktu setempat, sementara dua jet tempur Hungaria lepas landas sembilan menit kemudian, tepatnya pada pukul 13.51.
Tak lama setelah itu, pesawat Cathay Pacific kembali berhasil menjalin komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara sehingga misi intersepsi oleh jet tempur Hungaria dihentikan.
Cathay Pacific menyatakan awak pesawat langsung melaporkan insiden tersebut dan penyelidikan masih berlangsung.
Rumania dan Hungaria merupakan anggota NATO. Berdasarkan protokol aliansi tersebut, pusat operasi udara NATO akan menerima pemberitahuan apabila sebuah pesawat kehilangan komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara sipil.
Jika dinilai perlu, NATO dapat mengeluarkan peringatan dan mengerahkan pesawat tempur dari pangkalan udara negara anggota untuk mengidentifikasi pesawat yang bersangkutan.
