Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Pembunuh Pilot AMA Berstatus DPO, Diburu Satgas Damai Cartenz

7 Pembunuh Pilot AMA Berstatus DPO, Diburu Satgas Damai Cartenz
Pesawat AMA yang dikemudikan Nicholas Gosselin dibakar oleh KKB di Kabupaten Yahukimo. (Dokumentasi Puspen TNI)
Intinya Sih
  • Satgas Damai Cartenz menetapkan tujuh tersangka pembunuhan pilot AMA, Nicholas F Gosselin, sebagai DPO dan terus memburu mereka yang diduga bagian dari kelompok kriminal bersenjata di Yahukimo.
  • Hasil olah TKP menunjukkan pesawat Pilatus PC-6 milik PT AMA terbakar hingga 90 persen, dengan temuan barang bukti senjata, dokumen TPNPB, serta perlengkapan komunikasi di lokasi kejadian.
  • Pemeriksaan forensik memastikan pilot Nicholas F Gosselin tewas akibat luka tembak jarak sangat dekat di pipi kiri yang menyebabkan kerusakan fatal pada dasar tengkorak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil mengidentifikasi tujuh terduga pelaku pembunuhan pilot pesawat AMA, Nicholas F Gosselin di Yahukimo, Papua Pegunungan. Sebanyak tujuh orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan tujuh tersangka itu memiliki inisial MB, AB, LS, DA, NS, KB, dan SP.

"Mereka berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB dan SP. Ketujuhnya saat ini sudah berstatus DPO. Satgas Damai Cartenz terus melakukan pengejaran serta berkoordinasi dengan seluruh jajaran guna segera melakukan penangkapan," ungkap Era di dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan ketujuh orang itu diduga secara bersama-sama melakukan pembunuhan terhadap pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS) dan membakar pesawat sipil. Alhasil, keselamatan penerbangan sipil terganggu.

Berdasarkan analisa Satgas Damai Cartenz-2026, kelompok kriminal bersenjata itu diperkirakan berkekuatan 15 orang dengan persenjataan berupa senjata api laras panjang, senjata api pendek dan senjata api rakitan.

1. Penegakan hukum akan dilakukan secara terukur

Nicholas F Gosselin, Papua, OPM
Jenazah pilot pesawat PT AMA, Kapten Nicholas F. Gosselin sedang disemayamkan di Sentani. (Dokumentasi Satgas Damai Cartenz)

Sementara, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan penyidik masih terus mendalami jaringan, pola pergerakan dan sumber persenjataan kelompok tersebut. Proses penegakan hukum, kata Yusuf, akan terus dilakukan secara profesional, terukur, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia memastikan pihak yang terbukti terlibat, baik sebagai pelaku utama maupun pihak yang membantu tindak pidana akan dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun propaganda yang belum dapat dipastikan kebenarannya," tutur dia.

2. Pesawat milik PT AMA terbakar 90 persen

OPM, Satgas Damai Cartenz, Papua
Anggota Satgas Damai Cartenz-2026 ketika menelusuri bangkai pesawat AMA yang dibakar OPM di Yahukimo. (Dokumentasi Satgas Damai Cartenz)

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan dari hasil olah TKP diketahui pesawat Pilatus PC-6/B2-H4 Turbo Porter dengan nomor registrasi PK-RCY mengalami kerusakan akibat kebakaran sekitar 90 persen.

Ia menyebut bagian tengah badan pesawat menjadi titik kerusakan paling parah. Yusuf menjelaskan pada saat ditemukan, posisi pesawat juga masih mengarah ke landasan pacu (runway).

Ia mengatakan dalam olah TKP itu penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa pesawat, sisa abu dan arang bekas kebakaran, serpihan bodi pesawat dan serpihan kawat ban pesawat.

"Serta satu butir selongsong peluru kaliber 5,56 mm, serta sampel tanah di sekitar bangkai pesawat untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium forensik," ungkap Yusuf di dalam keterangan yang dikutip pada Kamis.

Yusuf menerangkan dari hasil penyisiran di sekitar lokasi ditemukan juga sebuah honai yang diduga digunakan sebagai markas KKB dengan papan bertuliskan Markas Komando Daerah Militer TPNPB Kodap VII Balinggama.

Ia menjelaskan dari lokasi itu petugas menyita barang bukti berupa satu buah noken, pakaian, sangkur, dua parang, satu senapan angin, sejumlah peralatan komunikasi dan dokumentasi, serta dokumen dan identitas keanggotaan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat).

"Dalam tas itu juga ditemukan sejumlah kartu anggota TPNPB beserta dokumen lainnya yang saat ini masih dalam proses verifikasi dan pendalaman untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa ini maupun jaringan kelompok yang terlibat," tutur dia.

3. Pilot Nicholas F Gosselin tewas akibat ditembak dari jarak sangat dekat

Nicholas F. Gosselin, Papua, pesawat
Pilot pesawat perintis PT AMA, Kapten Nicholas F. Gosselin saat masih hidup. (www.instagram.com/@amapapua)

Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol dr Sebastian Romi mengatakan, pilot maskapai AMA, Nicholas F Gosselin, tewas akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat. Kesimpulan itu diambil usai dilakukan pemeriksaan forensik terhadap pilot berkebangsaan AS tersebut.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka tembak yang masuk di pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak kontak (contact gunshot wound) yakni moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," ungkap Sebastian di Jayapura, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan radiologi (x-ray) terlihat adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak.

"Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," tutur dia.

Sementara, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, pihaknya tak melakukan autopsi terhadap jenazah Nicholas. Hal itu lantaran tindakan tersebut tak diperlukan sebab penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More