Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pilpres Brasil, AS dan Australia Tutup Layanan Konsuler

2 min read
Pilpres Brasil, AS dan Australia Tutup Layanan Konsuler
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)
  • AS menangguhkan sementara layanan konsuler di Brasil mulai 2 Oktober 2026, dua hari sebelum putaran pertama pilpres, tanpa menjelaskan alasan rinci kebijakan tersebut.
  • Australia menutup sementara kedutaannya di Brasilia karena keamanan jelang pemilu dan meminta warganya menjauhi area dekat misi diplomatik AS, dengan layanan darurat tetap tersedia.
  • Pilpres Brasil pada 4 Oktober 2026 mempertemukan petahana Lula da Silva melawan Flavio Bolsonaro dalam persaingan lanjutan kubu kiri dan kanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Australia, pada Jumat (2/10/2026), mengumumkan penutupan layanan konsuler. Langkah ini dalam menanggapi masalah keamanan menjelang pemilihan presiden (pilpres) di Brasil. 

Pilpres putaran pertama di Brasil akan diselenggarakan pada Minggu (4/10/2026). Calon petahana, Luiz Inacio Lula da Silva atau Lula akan berhadapan dengan anak mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro.  

  1. 1. AS tidak menjelaskan detail alasan di balik penangguhan layanan konsuler

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

    Kedutaan Besar AS di Brasil mengatakan bahwa layanan konsuler akan ditangguhkan sementara waktu mulai Jumat. Alhasil, siapapun yang membutuhkan layanan konsuler untuk sementara tidak dapat dilayani, baik di Kantor Kedubes atau Kantor Konsulat Jenderal AS. 

    Dilansir Democrata, Washington tidak memberikan klarifikasi secara jelas mengenai alasan di balik kebijakan ini. Namun, keputusan ini diberlakukan hanya 2 hari menjelang proses pemungutan suara putaran pertama pilpres Brasil. 

  2. 2. Australia minta warganya hindari dekat misi diplomatik AS

    bendera Australia
    ilustrasi bendera Australia (unsplash.com/mattalex)

    Pada saat yang sama, Australia mengumumkan penutupan sementara Kantor Kedubes di Brasilia. Keamanan menjelang penyelenggaraan pemilu menjadi alasan penutupan kantor perwakilan untuk sementara. 

    Sementara, Duta Besar Australia di Brasil, Sophie Davies mendorong warga agar menghindari area dekat dengan misi diplomatik AS. Meskipun demikian, Davies warga Australia di Brasil tetap dapat menghubungi perwakilan untuk mendapatkan layanan di kondisi darurat. 

  3. 3. Persaingan sengit antara Lula dan Flavio

    Presiden Brasil, Lula da Silva.
    Presiden Brasil, Lula da Silva. (REPÚBLICA DE COLOMBIA, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Pilpres Brasil kali ini kembali menghadirkan persaingan antara kubu sayap kiri yang diwakili Lula dan sayap kanan, Flavio Bolsonaro. Lula kembali mencalonkan untuk periode keempat tidak berturut-turut, terus mendorong kedaulatan negara di tengah ancaman dan intervensi AS. 

    Dilansir Euronews, Flavio juga percaya diri dapat menang atas Lula. Menurutnya, Lula kali ini akan pergi karena warga Brasil sudah tidak tahan lagi dengannya. Pilpres ini menjadi kelanjutan persaingan sengit antara Lula dan Bolsonaro yang terjadi sejak 2019. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More