Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama, pada Rabu (21/10/2026), mengatakan bahwa demonstrasi di negaranya diorkestrasi oleh elemen domestik dan asing. Alhasil, ia pun berencana menetapkan hukuman lebih keras kepada demonstran, termasuk larangan bepergian.
Demonstrasi di Albania, yang sudah berlangsung selama 8 hari, didorong oleh kekhawatiran mahasiswa soal buruknya kualitas pendidikan tinggi dan kurangnya kesempatan kerja. Mereka menuntut pemerintah memperbaiki kondisi pendidikan di Albania.
