Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham. (Number 10, OGL 3, via Wikimedia Commons)
  • PM Inggris Andy Burnham menilai kekalahan Partai Republik dan kendali Demokrat atas Kongres AS membuka peluang kerja sama global untuk menurunkan biaya hidup.
  • Burnham menyatakan penyelesaian krisis biaya hidup sulit tercapai sebelum konflik di Timur Tengah berakhir, serta berharap ada solusi untuk mengakhiri perang Iran.
  • Survei menunjukkan mayoritas warga Inggris memandang AS di bawah Trump sebagai ancaman perdamaian dan lebih banyak berharap Demokrat menguasai Kongres AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Inggris, Andy Burnham, pada Rabu (4/11/2026), mengomentari soal hasil pemilihan umum (pemilu) sela Amerika Serikat (AS). Ia menilai kekalahan Partai Republikan di memberikan kesempatan turunkan biaya hidup. 

Berdasarkan hasil pemilu sela AS, Presiden AS, Donald Trump menderita kekalahan dari Partai Demokrat. Hasil ini membuat Partai Demokrat mengontrol Kongres AS, baik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat.  

1. Burnham sebut dunia dapat lebih bersatu untuk akhiri perang Iran

ilustrasi bendera Inggris Raya (pexels.com/mikebird)

Burnham menyampaikan bahwa kemenangan Partai Demokrat di AS dapat mempersatukan dunia dalam menurunkan biaya hidup. Ia menekankan bahwa biaya hidup jadi masalah yang harus segera diselesaikan. 

“Saya mereka dunia punya kesempatan untuk bersatu dalam mengatasi masalah yang berdampak pada kita semua dan kenaikan biaya hidup. Ini sudah menjadi masalah yang selalu saya utamakan selama 3 bulan kepemimpinan saya,” tuturnya, dikutip dari The Hill. 

Meskipun demikian, ia menyebut, seluruh pemimpin dunia, termasuk dirinya tidak dapat menyelesaikan masalah ini sebelum konflik di Timur Tengah berakhir. Ia berharap ada solusi untuk mengakhiri perang Iran. 

2. Warga Inggris melihat Trump sebagai ancaman perdamaian dunia

ilustrasi bendera Inggris (pixabay.com/terimakasih0)

Menurut hasil survei yang dirilis National Centre for Social Research (NatCen), 74 persen warga Inggris melihat bahwa AS di bawah Trump sebagai ancaman perdamaian dunia. Meskipun sebanyak 89 persen masih menganggap Rusia sebagai ancaman. 

Selain itu, dilansir The Independent, warga Inggris merasa jauh lebih dekat dengan Eropa. Sebesar 46 persen responden menilai bahwa Inggris harus meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Uni Eropa (UE) dan hanya 10 persen di antaranya yang memilih mendekat ke AS. 

3. Warga Inggris berharap Partai Demokrat menang dalam pemilu sela AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

Sementara itu, saat ditanya mengenai keinginan warga Inggris soal hasil pemilu sela AS menunjukkan lebih banyak yang menginginkan Partai Demokrat menang. Menurut survei PF Global, sebesar 40 persen warga Inggris berharap Demokrat mengontrol Kongres AS. 

Dilansir Politico, hanya 15 persen dari responden menginginkan Partai Republikan menang dalam pemilu sela. Tak hanya itu, sebagian warga Inggris menilai bahwa kemenangan Republikan akan berisiko besar dan semakin kacaunya kondisi global. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article