Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Polisi India Temukan 6 Jenazah Korban Penculikan di Manipur
ilustrasi garis polisi (pixabay.com/ValynPi14)
  • Polisi India menemukan enam jenazah warga Naga korban penculikan di Distrik Kangpokpi, Manipur, setelah operasi pencarian besar melibatkan 450 personel gabungan dan tim forensik.
  • Kasus ini berawal dari konflik antara komunitas Kuki dan Naga yang saling menyandera puluhan warga akibat sengketa wilayah adat sejak pertengahan Mei 2026.
  • Penemuan jenazah memicu protes besar di Imphal dan Senapati, dengan warga menuntut tindakan tegas pemerintah serta pembatalan gencatan senjata dengan kelompok Kuki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepolisian India menemukan enam jenazah warga sipil yang sebelumnya dilaporkan diculik di Manipur pada Rabu (10/6/2026). Penemuan ini terjadi di tengah konflik antarkelompok yang sedang berlangsung di wilayah timur laut negara tersebut.

Proses pencarian ini dilakukan usai adanya kesepakatan pelepasan sandera dari pihak-pihak yang bertikai. Situasi ini memunculkan kekhawatiran terkait potensi perluasan konflik yang kini melibatkan dua komunitas utama di kawasan itu.

1. Penemuan 6 jenazah di Distrik Kangpokpi

ilustrasi India (pexels.com/Mahmut Yılmaz)

Aparat keamanan menemukan keenam jenazah di wilayah perbatasan antara Desa Leilon Vaiphei dan Kharam Vaiphei, Distrik Kangpokpi. Evakuasi ini melibatkan 450 personel gabungan dari Kepolisian Manipur, Satuan Polisi Cadangan Pusat (CRPF), dan Assam Rifles. Pencarian yang berlangsung selama hampir 24 jam tersebut turut dibantu oleh anjing pelacak dan tim forensik.

"Setelah hampir 24 jam pencarian oleh sekitar 15 tim Kepolisian Manipur, Assam Rifles, dan Satuan Polisi Cadangan Pusat, sisa jenazah enam pria yang hilang berhasil ditemukan," kata Direktur Jenderal Polisi Manipur, Mukesh Singh, dilansir The Hindu.

Saat ini, seluruh jenazah korban telah dipindahkan ke rumah sakit setempat. Pemeriksaan autopsi dan pencocokan DNA akan segera dilakukan untuk kebutuhan penyelidikan.

2. Kronologi saling sandera antara warga sipil

ilustrasi India (pixabay.com/Eddy Pellegrino)

Identitas para korban dikonfirmasi oleh pihak keluarga sebagai warga dari komunitas Naga. Mereka dilaporkan hilang saat melakukan perjalanan darat pada 13 Mei 2026. Di antara korban terdapat dua orang pastor, yakni Kenpibou Chawang dan Manu Thiumai. Kasus saling sandera ini bermula dari bentrokan di wilayah Kotlen pada pertengahan Mei lalu akibat sengketa klaim wilayah adat.

Kelompok bersenjata Kuki menahan 18 warga Naga, yang kemudian direspons kelompok Naga dengan menahan 28 warga Kuki. Ketegangan mereda ketika Dewan Naga Bersatu (UNC) melepaskan 14 sandera etnis Kuki pada Selasa (9/6/2026).

"Kami mempertimbangkan komitmen Pemerintah Nagaland bahwa semua upaya akan dilakukan untuk melacak enam sandera Naga yang hilang," kata Presiden Dewan Naga Bersatu, Ng Lorho, dilansir India Today.

3. Warga gelar aksi protes di Imphal

ilustrasi India (unsplash.com/HF)

Kabar penemuan jenazah memicu aksi protes dari ribuan warga sipil di Imphal. Massa terpantau berkumpul di luar fasilitas kamar jenazah rumah sakit JNIMS. Aparat keamanan menggunakan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Sementara itu di Distrik Senapati, massa yang memprotes insiden ini dilaporkan membakar dua truk logistik.

Komunitas Naga menuntut tindakan tegas dari pemerintah federal untuk menangani kasus ini. Mereka juga meminta pembatalan perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya dibuat dengan kelompok Kuki. Perwakilan keluarga korban menyatakan kekecewaannya terhadap lambatnya respons pemerintah dalam merespons laporan orang hilang selama hampir sebulan terakhir.

"Kami baru saja menerima enam jenazah dari mereka yang diculik pada 13 Mei, dan kami terkejut menerima mereka dalam kondisi tidak bernyawa," ujar Presiden Dewan Naga Liangmai, Timothy Wizunamei.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article