Pria Bersenjata Tembaki Penduduk Desa di Manipur India, 3 Orang Tewas

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya tiga orang tewas dan lima lainnya terluka parah ketika sekelompok pria bersenjata menyerang penduduk desa di Manipur, negara bagian di India yang bergejolak.
Kekerasan terbaru terjadi di desa Lilong di distrik Thoubal pada Senin (1/1/2024). Saat itu, sekelompok orang yang mengenakan pakaian kamuflase melepaskan tembakan tanpa pandang bulu terhadap penduduk setempat.
“Tiga orang tewas karena luka tembak sementara lima lainnya dirawat di rumah sakit karena banyak luka,” kata seorang pejabat senior polisi pada Selasa (2/1/2024) kepada Reuters.
Belum ada informasi mengenai identitas para korban atau penyerang. Penduduk setempat yang marah kemudian membakar tiga mobil usai serangan tersebut.
1. Ketua Menteri Manipur kecam serangan tersebut
Melalui pesan video, Ketua Menteri Manipur N Biren Singh mengutuk serangan itu dan mengimbau masyarakat untuk menjaga perdamaian. Dia mengatakan bahwa polisi sedang berusaha menangkap mereka yang berada di balik penyerangan tersebut.
“Mereka akan segera ditangkap dan dihukum sesuai hukum,” katanya, dikutip Hindustan Times.
Singh juga mengadakan pertemuan darurat dengan seluruh menteri dan anggota parlemen dari partai yang berkuasa.
2. Pemerintah kembali berlakukan jam malam
Untuk mencegah peningkatan kekerasan, pihak berwenang kembali memberlakukan kembali jam malam tanpa batas waktu di distrik Thoubal, Imphal East, Imphal West, Kakching dan Bishnupur sejak Senin malam.
Manipur, yang berbatasan dengan Myanmar, merupakan salah satu negara bagian terkecil di India dengan populasi 3,2 juta orang.
Suku Meitei berjumlah sekitar 53 persen dari populasi Manipur dan sebagian besar tinggal di Lembah Imphal, sementara Kukis dan Naga merupakan 40 persen dari populasi.
3. Sebanyak 180 orang tewas dalam kekerasan etnis pada Mei 2023
Pada Sabtu malam, para pemberontak menyerang markas komando polisi di kota perbatasan Manipur, Moreh. Empat pasukan keamanan dilaporkan terluka dalam baku tembak dengan pemberontak.
Manipur sebelumnya menuai perhatian global ketika salah satu kekerasan terburuk di negara bagian itu meletus pada Mei 2023. Sedikitnya 180 orang tewas dalam pertempuran sengit antara suku Meitei dan Kuki. Tragedi ini dipicu oleh perintah pengadilan yang menyarankan supaya hak istimewa yang diterima warga Kuki juga diperluas ke Meitei.



















