Jakarta, IDN Times - Pihak berwenang Prancis baru-baru ini mengonfirmasi kasus virus Shamonda (Shav) untuk pertama kalinya pada manusia. Ini setelah seorang pasien imunosupresi parah, yakni sistem kekebalan tubuh mengalami pelemahan atau penurunan fungsi, meninggal pada awal Oktober 2026. Kasus ini mencatatkan rekor baru bagi dunia medis, mengingat patogen tersebut sebelumnya hanya ditemukan pada hewan ternak.
Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) tengah memantau ketat situasi ini, pejabat kesehatan menegaskan bahwa risiko penularan bagi masyarakat umum saat ini masih nihil. Insiden tersebut dinilai murni sebagai kasus luar biasa yang menyerang individu dengan kerentanan imun ekstrem.
