Media sosial X diramaikan oleh klaim yang menyebut chatbot AI Grok besutan xAI memprediksi waktu serangan militer terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Klaim tersebut menyebar setelah tangkapan layar jawaban Grok beredar luas dan disandingkan dengan laporan serangan yang terjadi pada tanggal yang sama. Unggahan itu memicu perdebatan di kalangan pengguna. Sejumlah warganet mempertanyakan apakah AI milik Elon Musk tersebut mampu memprediksi peristiwa di masa depan atau memiliki akses ke informasi sensitif.
Isu ini semakin menjadi sorotan setelah Elon Musk, pendiri xAI sekaligus pemilik platform X (sebelumnya Twitter), menanggapi perbincangan tersebut melalui akun pribadinya. Namun, penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa jawaban Grok berasal dari skenario uji coba, bukan dari kemampuan prediksi nyata maupun akses terhadap informasi rahasia.
