Google Luncurkan Nano Banana 2, Lebih Cepat dan Realistis?

- Google resmi merilis Nano Banana 2, model AI pembuat gambar yang lebih cepat dan realistis, menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem visual di seluruh layanan Gemini.
- Nano Banana 2 mendukung resolusi hingga 4K, menjaga konsistensi karakter serta detail kompleks, dan mampu memahami prompt rumit untuk hasil visual lebih tajam dan hidup.
- Model ini kini jadi default di aplikasi Gemini dan alat video Google, tersedia bagi pengembang lewat API dengan tanda air SynthID sebagai bukti transparansi konten AI.
Google resmi meluncurkan Nano Banana 2 pada Kamis (26/2/2026) melalui blog resmi perusahaan. Model pembuat gambar berbasis AI ini diklaim mampu memproses lebih cepat dan menghasilkan visual yang lebih realistis dibanding generasi sebelumnya. Pembaruan ini menjadi bagian dari upaya Google meningkatkan pengalaman pembuatan konten visual di seluruh ekosistem layanannya.
Secara teknis, Nano Banana 2 merupakan bagian dari Gemini 3.1 Flash Image. Google menyebut model ini menghadirkan detail visual yang lebih tajam, sekaligus mempertahankan performa cepat yang menjadi ciri khas seri “Flash”. Versi terbaru ini juga langsung menjadi model default untuk pembuatan gambar di aplikasi Gemini, baik dalam mode Fast, Thinking, maupun Pro.
Peluncuran Nano Banana 2 menegaskan langkah Google dalam memperkuat ekosistem AI generatifnya, terutama di sektor visual. Berikut sejumlah pembaruan yang dihadirkan pada Nano Banana 2.
1. Dukungan resolusi hingga 4K dengan beragam rasio

Google pertama kali memperkenalkan Nano Banana pada Agustus 2025. Kehadirannya mendorong lonjakan pembuatan gambar di aplikasi Gemini, terutama di pasar seperti India. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada November 2025, Google merilis Nano Banana Pro yang difokuskan untuk menghasilkan gambar dengan detail lebih kompleks, meski membutuhkan waktu proses sedikit lebih lama.
Kini, Nano Banana 2 hadir dengan kecepatan yang lebih optimal tanpa mengorbankan kualitas visual. Salah satu peningkatan utamanya adalah fleksibilitas resolusi, di mana pengguna dapat menghasilkan gambar mulai dari 512 piksel hingga 4K. Selain itu, model ini juga mendukung berbagai rasio aspek untuk kebutuhan media sosial, presentasi, hingga materi pemasaran profesional.
2. Konsistensi karakter dan detail lebih kompleks

Nano Banana 2 diklaim mampu mempertahankan konsistensi hingga lima karakter dalam satu alur penceritaan visual. Tak hanya itu, model ini juga dapat mengelola hingga 14 objek dalam satu workflow. Kemampuan tersebut penting terutama bagi kreator komik digital, storyboard, atau materi visual naratif lainnya.
Konsistensi karakter yang lebih terjaga membuat proses produksi konten visual menjadi lebih efisien. Google juga menyebut model ini mampu memahami prompt kompleks dengan detail yang lebih bernuansa, sehingga pencahayaan terlihat lebih hidup, tekstur lebih kaya, dan detail visual lebih tajam dibanding generasi sebelumnya. Kemampuan ini dinilai membantu kreator menghasilkan konten visual dengan kualitas yang lebih konsisten.
3. Nano Banana 2 jadi model default pembuatan gambar di Gemini

Seiring peluncurannya, Nano Banana 2 langsung ditetapkan sebagai model default untuk pembuatan gambar di aplikasi Google Gemini. Model ini juga menjadi standar di alat pengeditan video milik Google, sebagai bagian dari integrasi ekosistem AI generatif yang lebih terpadu. Di ranah pencarian, Nano Banana 2 digunakan sebagai model visual berbasis AI di Google Lens dan Mode AI yang tersedia di 141 negara, baik melalui aplikasi Google maupun versi web desktop dan seluler.
Meski menjadi model utama, pelanggan Google AI Pro dan Ultra tetap bisa mengakses Nano Banana Pro untuk kebutuhan lebih spesifik. Opsi ini tersedia melalui menu tiga titik di aplikasi, sehingga pengguna profesional tetap memiliki fleksibilitas dan kontrol lebih dalam proses kreatifnya. Dengan begitu, pengguna bisa beralih antarmodel sesuai kebutuhan hasil akhir visual yang diinginkan.
4. Tersedia untuk pengembang dan dilengkapi tanda air SynthID

Bagi pengembang, Nano Banana 2 tersedia dalam versi pratinjau melalui Gemini API, Gemini CLI, dan Vertex API. Model ini juga bisa diakses lewat AI Studio serta Antigravity, alat pengembangan yang dirilis Google November 2025 lalu. Dari sisi transparansi, seluruh gambar yang dihasilkan Nano Banana 2 akan dilengkapi tanda air SynthID. Teknologi ini menjadi penanda bahwa konten dibuat menggunakan AI Google.
Selain itu, gambar juga kompatibel dengan standar Content Credentials C2PA, sebuah inisiatif industri yang melibatkan perusahaan seperti Adobe, Microsoft, Google, OpenAI, dan Meta. Google menyebut bahwa sejak fitur verifikasi SynthID diluncurkan di Gemini pada November 2025, teknologi tersebut telah digunakan lebih dari 20 juta kali.
Peluncuran Nano Banana 2 mempertegas arah pengembangan AI visual Google yang mengutamakan kecepatan dan kualitas. Model ini diharapkan dapat mendukung proses kreatif yang lebih efisien. Pengalaman pengguna akan menjadi indikator utama apakah klaim tersebut benar-benar terpenuhi.

















