Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trik Dokter Tirta Hadapi Perokok Bandel: Kasih Jempol, Ya dan Sip

Trik Dokter Tirta Hadapi Perokok Bandel: Kasih Jempol, Ya dan Sip
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi dalam kampanye #SehatTanpaRokok (Press release)
Intinya Sih
  • Dr. Tirta menggunakan pendekatan santai dan satir lewat metode 'customer potential' untuk mengedukasi perokok tanpa langsung melarang mereka berhenti merokok.
  • Ia menanggapi argumen umum perokok dengan penjelasan logis tentang bahaya rokok bagi tubuh serta kaitannya dengan penyakit kardiovaskular akibat nikotin.
  • Untuk menghadapi perokok keras kepala, Dr. Tirta menyarankan respons singkat seperti 'ya', 'sip', atau jempol agar tidak terjebak dalam debat panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dokter sekaligus influencer di bidang kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih dikenal sebagai dokter Tirta, memiliki cara tersendiri dalam menghadapi perokok yang tetap membela kebiasaan merokok meski telah mengetahui risikonya. 

Dalam Workshop Kampanye #SehatTanpaRokok di Jakarta, Rabu (3/6/2026), dr. Tirta mengaku memiliki cara yang berbeda dari dokter lainnya. Berikut cara dr. Tirta dalam menghadapi perokok yang keras kepala.


1. Strategi "costumer potential"

Dr. Tirta Punya Cara Hadapi Perokok Bandel: Jempol, Ya, Sip
potret dr. Tirta (instagram.com/dr.tirta)

Alih-alih secara langsung meminta orang berhenti merokok, dr. Tirta mengaku memilih pendekatan yang lebih santai dan satir saat mengedukasi perokok. Ia bahkan kerap melontarkan candaan satir bahwa dirinya justru membolehkan orang merokok.

“Jadi edukasi saya di sini bukan melarang orang merokok. Tak suruh boleh, supaya saya tetap kaya raya,” ungkapnya. 

Ia menyebut, pendekatan tersebut sebagai metode customer potential. Dokter Tirta mengaku kerap menggunakan cara itu bersama dokter Bobby Jantung yang merupakan seniornya. Tirta sering menyindir perokok di media sosial sebagai “costumer potential

“Jadi setiap ada orang merokok yang arogan, saya selalu komen ‘alhamdulillah nambah customer potential untuk membeli velg mobil baru,” ujar dia. 


2. Menjawab argumen perokok yang membandingkan rokok dengan gula

Dr. Tirta Punya Cara Hadapi Perokok Bandel: Jempol, Ya, Sip
Dokter Tirta Menghadiri Podcast The Samuel Christ Show [YouTube/Samuel Christ]

Dokter Tirta menyebut, salah satu argumen dari perokok yang sering tidak bisa dijawab adalah membandingkan rokok dengan penggunaan gula. 

Namun, ia mengaku bisa menjawab argumen tersebut dengan jawaban yang sederhana. 

“Jawaban saya simpel, karena tubuh manusia memiliki pankreas untuk mengatur insulin yang mengatur gula, tapi tubuh tidak memiliki organ apapun untuk mengatur asap rokok, sesimpel itu,” jelas dia. 


3. Menjawab klaim bahwa rokok membiayai BPJS

Dr. Tirta Punya Cara Hadapi Perokok Bandel: Jempol, Ya, Sip
Dokter Tirta masuk dalam nominasi Jebreeetmedia Awards 2024. (IDN Times/Tino).

Ia juga mengatakan, para perokok kerap menggunakan alasan cukai rokok yang turut membantu membiayai program BPJS Kesehatan.

Untuk menjawabnya, dr. Tirta mengungkapkan, sejumlah penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia berkaitan dengan sindrom metabolik, dan dua di antaranya adalah penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan stroke. 

"Penyakit nomor 2, 3, dan 4 di Indonesia itu adalah penyakit mengenai metabolic syndrome, di mana dua di antaranya terkait kardiovaskular, yaitu hipertensi dan stroke. Di mana faktor utama hipertensi dan stroke adalah elastisitas pembuluh darah yaitu terkait dengan nikotin," ujarnya.


4. Memberikan syarat untuk meminimalkan dampak rokok bagi orang lain

Dr. Tirta Punya Cara Hadapi Perokok Bandel: Jempol, Ya, Sip
Dr. Tirta ke Anfield Stadium di Inggris. (instagram.com/dr.tirta)

Dalam menanggapi perokok yang yang meminta hak mereka untuk merokok, dokter Tirta mengaku tidak mempermasalahkannya, tetapi mengajukan tiga syarat.

"Oke, kita akan perhatikan hak perokok. Saya cuma punya kasih syarat tiga,” ucap dia. 

Pertama, perokok sebaiknya tidak merokok saat mengendarai motor maupun mobil karena asapnya dapat mengganggu pengguna jalan lain. 

Kedua, perokok juga tidak merokok di dalam rumah. Ketiga, perokok menghindari merokok di dekat ibu hamil dan anak-anak. 


5. Mencontohkan kebiasaan puasa

Dr. Tirta Punya Cara Hadapi Perokok Bandel: Jempol, Ya, Sip
dr. Tirta di Old Trafford (instagram.com/dr.tirta)

Dokter Tirta mengaku pernyataan dari perokok yang paling sulit dibantah adalah kesulitan berhenti karena rasa sakau dan rasa asam. 

Namun, ia mencontohkan kebiasaan berpuasa bagi umat Muslim. Ia menyebut, banyak perokok sebenarnya mampu menahan diri dari merokok selama berjam-jam saat berpuasa. 

"Selama berpuasa, apakah kamu merokok selama 12 jam? Enggak. Ngudud nggak kamu selama 12 jam? Tidak. Nah, kan lucu kamu bisa tahan tidak merokok selama 12 jam, tapi kamu tidak bisa menahan merokok ketika tidak berpuasa. So, sebenernya kamu bisa nahan, cuma mentalmu yang lemah,," jawab dia.

Adapun dalam menghadapi perokok yang dinilai keras kepala di media sosial, dokter Tirta menyarankan agar tidak terpancing untuk berdebat panjang. Ia justru menyarankan respons singkat seperti “ya”, “sip”, atau simbol jempol. 

“Biasakan dengan kata jempol, oke, atau Y maka mereka akan ribet sendiri,” ucap dia. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More