Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden El Salvador Kerahkan 2 Ribu Tentara Lawan Geng Kriminal Haiti
Tentara El Salvador. (United States Army, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • El Salvador mengerahkan lebih dari 2.000 tentara ke Haiti untuk mencari empat teknisi penerbangan militer yang hilang setelah disergap geng di Croix-des-Bouquets pada 18 Oktober.
  • Presiden Nayib Bukele menegaskan operasi tersebut bukan invasi dan mengaku telah membahas misi penyelamatan dengan Perdana Menteri Haiti, Alix Didier Fils-Aime.
  • Bukele membantah empat jasad di Bandara Toussaint Louverture adalah tentaranya; identitas jasad dan keberadaan empat personel El Salvador masih belum terkonfirmasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - El Salvador mengumumkan pengerahan lebih dari 2 ribu tentara ke Haiti pada Kamis (29/10/2026). Pengiriman tentara tambahan ini untuk mencari empat personel teknisi penerbangan militer El Salvador yang hilang usai disergap geng kriminal Haiti.  

Pada 18 Oktober, sebanyak empat tentara El Salvador dilaporkan hilang dalam serangan di Croix-des-Bouquets, utara Port-au-Prince. Belum ada geng kriminal yang mengaku bertanggung jawab atas serangan kepada tentara yang tergabung dalam Pasukan Penumpas Geng (GSF) PBB itu. 

1. Bukele pastikan operasi militer di Haiti bukan invasi

Presiden El Salvador, Nayib Bukele. (Casa Presidencial El Salvador, CC0, via Wikimedia Commons)

Presiden El Salvador, Nayib Bukele mengatakan bahwa penerjunan sekitar 2 ribu tentara ke Haiti bukanlah sebuah invasi. Namun, operasi militer tersebut hanya untuk mencari tentara El Salvador yang hilang usai disergap geng kriminal. 

“Pengiriman tentara dan peralatan tempur ke Haiti ini bukanlah sebuah invasi karena kami tidak punya kepentingan apapun. Kami bukanlah negara berkekuatan besar yang bertujuan mendominasi rakyat Haiti,” tuturnya, dikutip dari EFE.

Sementara itu, pemerintah Haiti masih belum menanggapi mengenai pengiriman ribuan tentara El Salvador. Namun, Bukele mengaku sudah berbicara dengan Perdana Menteri Haiti, Alix Didier Fils-Aime lewat telepon soal operasi penyelamatan ini. 

2. Bukele ancam bos geng kriminal Haiti

Presiden El Salvador, Nayib Bukele. (Casa Presidencial El Salvador, CC0, via Wikimedia Commons)

Pekan lalu, Bukele sudah memberikan ultimatum kepada bos geng kriminal Haiti. Ia memperingatkan bahwa pasukannya sudah berhasil meringkus geng kriminal yang selama ini meneror El Salvador dan bersiap melakukan aksi yang sama di Haiti. 

Dilansir The Latin Times, kontingen pasukan khusus tambahan dari El Salvador sudah mendarat di Haiti pada 22 Oktober. Hingga kini, diperkirakan sudah ada sebanyak 450 personel militer negara Amerika Tengah itu yang ditempatkan di Haiti. 

3. Bukele tolak jasad yang ditemukan adalah tentara El Salvador

ilustrasi bendera El Salvador (unsplash.com/estejpg)

Sementara itu, Bukele membantah laporan penemuan empat jasad yang diduga sebagai empat tentara El Salvador yang hilang di Haiti. Menurutnya, empat jasad yang ditempatkan di Bandara Internasional Toussaint Louverture tersebut bukanlah pasukannya. 

“Mereka bukanlah pasukan kami. Jasad yang ditemukan adalah seorang anak dan seorang pria yang lebih tinggi dibanding pasukan kami. Sedangkan seorang yang mengenakan seragam tentara bukan tentara kami,” ungkapnya, dikutip dari The Haitian Times. 

Hingga kini, identitas dari jasad yang ditemukan masih belum dapat dikonfirmasi. Sedangkan nasib dari empat tentara El Salvador yang disergap geng kriminal Haiti masih belum dapat dipastikan keberadaannya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article