Tentara El Salvador di Haiti Hilang usai Diserang Geng Kriminal

- Empat tentara El Salvador, teknisi pesawat dalam pasukan PBB, hilang setelah disergap geng Chen Mechan yang didukung 400 Mawozo di Croix-des-Bouquets, Port-au-Prince.
- El Salvador mengecam serangan tersebut dan meminta PBB memperkuat keamanan serta pencarian; Presiden Nayib Bukele juga meminta pengerahan personel tambahan untuk operasi penyelamatan.
- Haiti tetap menyiapkan pemilu pertama setelah lebih dari satu dekade di tengah krisis keamanan, dengan 35 partai atau kelompok politik dan 3.500 kandidat telah terdaftar.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak empat tentara El Salvador hilang setelah kendaraan tempurnya disergap oleh pasukan geng kriminal Haiti. Keempat tentara yang tergabung dalam Pasukan Penumpas Geng Kriminal PBB hingga Selasa (20/10/2026) masih dalam pencarian.
Beberapa tahun terakhir, Haiti sudah dilanda krisis keamanan imbas maraknya aktivitas geng kriminal yang mengambil kontrol sejumlah wilayah usai pembunuhan eks Presiden Jovenel Moise pada 2021. Otoritas Haiti harus meminta bantuan negara lain untuk melawan geng kriminal.
1. Serangan dilakukan oleh geng Chen Mechan

suasana di Haiti (unsplash.com/theinnervizion) Serangan kepada tentara El Salvador ini dilakukan di Croix-des-Bouquets di ibu kota Haiti, Port-au-Prince pada Minggu (18/10/2026). Area tersebut sudah diduduki oleh dua geng kriminal kuat di Haiti, yakni Chen Mechan dan 400 Mawozo.
Sementara serangan ini dilakukan oleh Chen Mechan dan mendapat dukungan dari 400 Mawozo. Meski dulunya kerap berperang, kini, kedua geng kriminal tersebut lebih banyak bekerja sama satu sama lain.
Dilansir CNN, keempat tentara El Salvador itu bertugas memiliki keahlian sebagai teknisi pesawat yang akan kembali ke kamp-nya. Saat disergap geng kriminal, keempat tentara itu berhasil melarikan diri dari kendaraan mereka yang terbakar.
2. El Salvador kecam serangan ke tentaranya di Haiti

Presiden El Salvador, Nayib Bukele. (Casa Presidencial El Salvador, CC0, via Wikimedia Commons) Duta Besar El Salvador di PBB, Egriselda Aracely Gonzalez Lopez mengecam penyergapan yang dilakukan oleh geng kriminal kepada tentara El Salvador. Ia mendesak PBB membantu dalam memastikan keamanan dan memaksimalkan pencarian.
Dilansir Miami Herald, Presiden El Salvador, Nayib Bukele mengatakan komitmen besar negaranya dalam membantu rakyat Haiti mengembalikan keamanan. Ia juga meminta personel lain dikerahkan untuk membantu dalam operasi pencarian tentara El Salvador yang hilang.
Di sisi lain, Duta Besar AS di PBB, Mike Waltz juga mengecam serangan ke pasukan El Salvador di Haiti. Ia mengaku percaya bahwa keempat tentara itu selamat dan yakin akan membawa mereka pulang.
3. Haiti akan selenggarakan pemilu di tengah ancaman kekerasan

ilustrasi bendera Haiti (pixabay.com/jorono) Beberapa bulan terakhir, Haiti sudah merencanakan pemilihan umum (pemilu meskipun dirundung krisis keamanan. Pemilu ini menjadi yang pertama diselenggarakan setelah lebih dari 1 dekade lamanya imbas krisis keamanan dan politik di Haiti.
Perwakilan PBB di Haiti, Carlos Ruiz Massieu mengatakan bahwa rencana penyelenggaraan pemilu sudah disiapkan di Haiti. Menurutnya, persiapan pemilu di Haiti sudah menunjukkan progres yang sangat baik.
Sebanyak 35 partai dan kelompok politik sudah terdaftar dalam pemilu mendatang, bersamaan dengan 3.500 kandidat. Salah satu yang ikut adalah mantan Presiden Haiti, Michel Martelly yang disanksi Kanada sejak 2022 atas kasus penyelundupan narkoba dan mendukung geng kriminal.






















