Zelenskyy Dukung Upaya Finlandia dan Norwegia Bicara dengan Putin

- Volodymyr Zelenskyy mendukung Finlandia dan Norwegia menghubungi Vladimir Putin, menilai kedua negara Skandinavia tersebut membantu Ukraina dan membuka jalur komunikasi langsung dengan Rusia.
- Zelenskyy menyebut Putin telah keluar dari isolasi diplomatik setelah bertemu Donald Trump dan berkomunikasi dengan pemimpin Eropa; dialog dinilai memungkinkan pertukaran informasi tanpa perantara.
- Alexander Stubb dan Jonas Gahr Store mendorong negosiasi untuk mengakhiri perang, tetapi PM Denmark Mette Frederiksen mengkritik langkah mereka karena dianggap tidak terkoordinasi dengan negara Eropa lain.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mendukung upaya Presiden Finlandia, Alexander Stubb dan Perdana Menteri (PM) Norwegia, Jonas Gahr Store yang menghubungi Presiden Rusia, Vladimir Putin. Keduanya sudah menghubungi Putin lewat telepon.
“Kami punya pandangan positif pada mereka. Kami benar-benar memiliki hubungan baik dengan negara-negara tersebut. Mereka sangat membantu,” ungkapnya, dikutip dari Politico, pada Rabu (28/10/2026)
Pemimpin Finlandia dan Norwegia itu menyebut keputusan ini untuk negosiasi dalam mengakhiri perang Ukraina. Akan tetapi, inisiatif dari kedua pemimpin negara Skandinavia ini menghadapi kritikan dari sejumlah negara.
1. Sebut Putin bersedia membuka diri usai bertemu Trump di Alaska

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons) Zelenskyy mengatakan bahwa Putin sebenarnya sudah membuka dari isolasi diplomatik sejak bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di Alaska pada tahun lalu. Kemudian, Putin juga sudah berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin negara-negara Eropa.
Presiden Ukraina keenam itu menekankan bahwa inisiatif Finlandia dan Norwegia ingin membuka saluran komunikasi dengan Rusia. Maka, Eropa dapat menerima informasi langsung tanpa perantara dari AS dan Rusia dapat mendengar secara langsung.
2. Stubb dan Gahr Store dorong negosiasi damai Rusia-Ukraina

Presiden Finlandia, Alexander Stubb. (Magnus Fröderberg/norden.org, CC BY 2.5 DK, via Wikimedia Commons) Menanggapi perbincangan dengan Putin, Stubb mengatakan bahwa komunikasi dengan Rusia penting. Sebab, perjanjian perdamaian tidak dapat tercapai hanya dengan diam dan tanpa upaya untuk mendorong negosiasi damai.
Dilansir The Moscow Times, Gahr Store mendukung penuh upayanya dan Stubb berbicara dengan Putin selama 90 menit. Menurutnya, perbincangan itu membuat Kremlin tahu apa pandangan pemimpin Eropa terkait akhir perang Ukraina.
“Saya dan Stubb berfokus ke depan, apa yang harus dilakukan agar perang ini tidak berlanjut hingga berbulan-bulan ke depan. Banyak orang tewas dan akan semakin sulit mencapai solusi,” ungkapnya.
3. Denmark kritik Finlandia dan Norwegia yang hubungi Putin

ilustrasi bendera Denmark (pixabay.com/torben7400) Meski ditanggapi positif oleh Ukraina, Denmark justru mengkritik keputusan sepihak Finlandia dan Norwegia. PM Denmark, Mette Frederiksen mengatakan bahwa Stubb dan Gahr Store seharusnya membicarakan langkah ini dengan negara-negara Eropa.
Dilansir Deutsche Welle, ia mengaku skeptis dengan keputusan kedua pemimpin itu menghubungi Putin dan tidak tahu apa capaian dari langkah sepihak ini. Menurutnya, mereka seharusnya tidak berjalan sendirian dan tetap bersatu dengan negara-negara Eropa lainnya.






















