Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Israel Sebut Spanyol Melanggar Aturan NATO
Bendera Israel. (unsplash.com/levimeirclancy)
  • Presiden Israel Isaac Herzog menuduh Spanyol melanggar aturan NATO dan Uni Eropa karena menolak mendukung operasi militer terhadap Iran serta bersikap kritis terhadap langkah Amerika Serikat.
  • Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan penolakan terhadap perang, mengingat pengalaman buruk invasi Irak 2003 yang memicu ketidakamanan dan instabilitas di Eropa.
  • Presiden Iran Masud Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Spanyol atas sikapnya menolak agresi militer AS-Israel, menyebut tindakan itu sebagai bentuk tanggung jawab dan etika Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Israel, Isaac Herzog, pada Kamis (5/3/2026), mengatakan bahwa Spanyol sudah memainkan permainan aneh yang tidak dapat dipahami. Menurutnya, Spanyol sudah gagal dalam mengikuti peran sebagai anggota NATO dan Uni Eropa (UE). 

“Saat ini, kami ingat dan melihat negara mana yang ikut kampanye ini. Siapa yang mendukung kami, berkomunikasi dengan kami dan kami juga melihat ada negara seperti Spanyol,” terangnya. 

Spanyol sendiri sudah tegas menyatakan penolakan Amerika Serikat (AS) menggunakan dua pangkalan militernya untuk melawan Iran. Madrid ikut mengecam serangan sepihak tersebut kepada Teheran. 

1. Herzog sebut serangan ini untuk mengubah tatanan di Timur Tengah

Herzog mengungkapkan bahwa terdapat kekuatan gabungan internasional dan regional untuk mencapai perubahan di Timur Tengah. Dengan ini, ia meyakini dapat menghancurkan rezim Iran. 

Sementara itu, Presiden Israel itu mengucapkan bahwa operasi militer di Lebanon adalah untuk melawan Hizbullah. Serangan tersebut diharapkan dapat mengatasi ancaman Hizbullah untuk memecah perhatian dari Israel untuk melawan Iran. 

2. PM Spanyol menyatakan penolakan terhadap perang

Pada Rabu (4/3/2026), Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez mengucapkan tidak untuk perang. Penolakan ini dilatarbelakangi pengalaman agar Spanyol tidak melakukan kesalahan yang sama pada invasi Irak pada 2003. 

“AS menyeret kami dalam Perang Irak 2003, sebuah konflik yang justru berbuntut pada serangkaian gelombang ketidakamanan di Spanyol dan Eropa sejak runtuhnya Tembok Berlin,” katanya, dikutip dari EFE.

Sanchez mengungkapkan bahwa invasi yang awalnya untuk membawa demokrasi di Irak justru berdampak buruk. Sebab berbuntut pada naiknya ketidakamanan, terorisme, dan instabilitas ekonomi. 

3. Presiden Iran berterima kasih kepada Spanyol

Pada hari yang sama, Presiden Iran, Masud Pezeshkian mengucapkan terima kasih kepada Spanyol yang menolak serangan AS dan Israel ke negaranya. Menurutnya, penolakan ini menunjukkan masih adanya etika di dunia Barat. 

“Spanyol sangat bertanggung jawab dengan menolak pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan agresi militer dari koalisi Zionis-Amerika melawan Iran. Mereka menunjukkan adanya etika dan kebenaran di Barat,” ujarnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team