Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertemuan Presiden Korsel Lee Jae Myung dan Presiden China Xi Jinping (kiri) di sela-sela KTT APEC di Gyeongju, Provinsi Gyeongsang Utara (1/11/2025). (x.com/SpoxCHN_MaoNing)
Pertemuan Presiden Korsel Lee Jae Myung dan Presiden China Xi Jinping (kiri) di sela-sela KTT APEC di Gyeongju, Provinsi Gyeongsang Utara (1/11/2025). (x.com/SpoxCHN_MaoNing)

Intinya sih...

  • Presiden Korsel Lee Jae Myung diundang Xi Jinping ke China untuk pertemuan puncak dan jamuan makan malam kenegaraan.

  • Pertemuan akan membahas kerja sama keamanan, perluasan peluang kerja sama ekonomi, dan isu pencabutan larangan konten budaya Korea di China.

  • Isu Korea Utara dan denuklirisasi diperkirakan menjadi agenda pembicaraan, meskipun diskusi antar Seoul-Beijing kemungkinan akan berlangsung secara tertutup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung, dijadwalkan melakukan kunjungan ke China atas undangan Presiden Xi Jinping. Menurut juru bicara kantor kepresidenan Korsel, Kang Yu-jung, Lee akan berada selama empat hari di sana untuk mengadakan pembicaraan bilateral.

"Lee akan mengunjungi Beijing dari tanggal 4-6 Januari untuk pertemuan puncak dan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan dengan Xi. Kemudian, Lee akan mengunjungi Shanghai pada 6-7 Januari," kata Kang pada Selasa (30/12/2025), dikutip dari Korea Herald.

Kunjungan tersebut menyusul pertemuan puncak pertamanya dengan Xi pada 1 November 2025 di Gyeongju, Provinsi Gyeongsang utara, di sela-sela Konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang diselenggarakan. Pertemuan tersebut juga menandai kunjungan kenegaraan pertama Xi ke Korsel dalam 11 tahun terakhir.

1. Bahas kerja sama keamanan untuk stabilitas di Asia Timur Laut

Kang juga mengatakan kepada wartawan bahwa pertemuan tersebut akan memperkuat momentum untuk memulihkan kemitraan kerja sama strategis yang dibentuk pada 2008. Diharapkan, para pemimpin membahas upaya untuk menghidupkan kembali pertukaran bilateral dalam hal kerja sama rantai pasokan, investasi, ekonomi digital, dan kerja sama lingkungan.

"Kedua negara juga akan membahas langkah-langkah untuk memerangi kejahatan transnasional yang meluas ke Asia Timur," ungkapnya.

Nantinya, Presiden Lee akan bertemu dengan warga Korea di luar negeri yang berada di China, serta tokoh-tokoh penting di negara itu. Di Shanghai, Lee akan singgah untuk menghormati warisan para pejuang kemerdekaan Korea. Shanghai merupakan rumah bagi situs-situs bersejarah pemerintahan sementara Korea yang dibentuk, guna melawan penjajahan Jepang di Korea (1910-1945). Tahun 2026 menandai peringatan 150 tahun kelahiran pejuang kemerdekaan Kim Koo. Ia adalah mantan perdana menteri pemerintahan sementara.

Dalam perjalanannya ke China, Lee juga akan ditemani para pemimpin bisnis dari Korsel. Namun, kantor kepresidenan tidak menyebutkan nama perusahaan-perusahaan tersebut.

2. Apakah akan membahas isu pencabutan larangan terhadap konten budaya Korea di China?

Bendera Korea Selatan. (Unsplash.com/Stephanie Nakagawa)

Dilansir Korea Times, perhatian juga terfokus pada apakah pertemuan Lee-Xi dapat meletakkan dasar bagi pelonggaran pembatasan Beijing terhadap peredaran konten budaya Korea di China. Sebelumnya, Beijing telah memberlakukan secara diam-diam pembatasan tersebut karena perselisihan antara kedua negara mengenai penempatan sistem 'Terminal High Altitude Area Defense' Amerika Serikat (AS) di Korsel pada 2016.

"Mengenai topik tersebut, sulit untuk berbicara secara detail tentang agenda pastinya. Sebab, beberapa hal masih dalam tahap koordinasi antara kedua negara," ungkapnya.

Kang menambahkan bahwa diskusi juga akan mencakup perluasan peluang kerja sama ekonomi dan membahas perkembangan regional dalam kerangka hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.

3. Isu Korut dan denuklirisasi diperkirakan menjadi agenda pembicaraan

Ilustrasi bendera Korea Utara. (unsplash.com/Micha Brändli)

Meskipun agenda spesifik belum sepenuhnya dirilis, The Chosun Daily melaporkan isu Korea Utara (Korut) kemungkinan besar akan dimasukkan dalam agenda pembicaraan.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China pada April 2026. Seoul berharap pertemuan tersebut akan memberikan kesempatan baginya untuk bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong Un. Ini dengan harapan dapat menciptakan momentum untuk dialog dengan Pyongyang mengenai rencana perdamaian di Semenanjung Korea.

Akan tetapi, diskusi antar Seoul-Beijing mengenai isu-isu tersebut diperkirakan akan berlangsung secara tertutup. Ini mengingat pemimpin Korut yang telah menolak negosiasi denuklirisasi dan dialog antar-Korea.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team