Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China-Korsel Makin Mesra di Tengah Ketegangan Geopolitik Asia Timur

Pertemuan Presiden Korsel Lee Jae Myung dan Presiden China Xi Jinping (kiri) di sela-sela KTT APEC di Gyeongju, Provinsi Gyeongsang Utara (1/11/2025). (x.com/SpoxCHN_MaoNing)
Pertemuan Presiden Korsel Lee Jae Myung dan Presiden China Xi Jinping (kiri) di sela-sela KTT APEC di Gyeongju, Provinsi Gyeongsang Utara (1/11/2025). (x.com/SpoxCHN_MaoNing)
Intinya sih...
  • Presiden China Xi Jinping mengundang Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk kunjungan kenegaraan ke Beijing.
  • Pertemuan membahas kerja sama praktis lintas sektor, hubungan dengan Korea Utara, dan posisi Korea Selatan terkait Taiwan.
  • Kunjungan Lee fokus pada isu ekonomi, teknologi, dan budaya pop, termasuk kerja sama mineral kritis dan pembatasan konten K-pop di China.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping mengundang Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing. Undangan ini dipandang sebagai sinyal kuat keinginan Beijing memperkuat hubungan bilateral di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur yang kian kompleks.

Kunjungan Lee ke China dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/1/2026). Selain bertemu Xi Jinping di Beijing, Lee juga akan melanjutkan perjalanan ke Shanghai untuk mengunjungi situs bersejarah Pemerintahan Sementara Korea Selatan pada masa penjajahan Jepang selama 35 tahun.

Pemerintah Korea Selatan menilai lawatan ini bukan sekadar simbol diplomatik, melainkan bagian dari upaya memperkuat kerja sama praktis dengan China, yang hingga kini masih menjadi mitra dagang terbesar Seoul.

Pertemuan ini juga menjadi sorotan karena berlangsung hanya dua bulan setelah pertemuan terakhir Xi dan Lee, sebuah interval yang dinilai tidak lazim dan mencerminkan kepentingan strategis China terhadap Korea Selatan.

1. Bahas kerja sama praktis lintas sektor

Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung Lac, mengatakan pertemuan antara Lee dan Xi akan membahas kerja sama praktis di berbagai sektor, mulai dari investasi rantai pasok, pariwisata, hingga penanganan kejahatan lintas negara.

Selain isu ekonomi, Lee juga diperkirakan akan mendorong China agar mengambil peran yang lebih konstruktif dalam membuka jalan keluar atas berbagai persoalan di Semenanjung Korea, terutama terkait Korea Utara.

“Presiden Lee akan meminta China berperan secara konstruktif untuk mencapai terobosan dalam penyelesaian isu Semenanjung Korea,” ujar Wi, dikutip dari Yonhap News Agency.

China selama ini merupakan sekutu utama sekaligus penopang ekonomi terbesar Korea Utara. Karena itu, Seoul memandang Beijing sebagai aktor kunci dalam mendorong dialog dengan Pyongyang, meskipun upaya pendekatan Lee sebelumnya sempat ditolak keras oleh Korea Utara.

2. Lawatan di tengah panasnya hubungan China dengan Taiwan dan Jepang

Kunjungan Lee ke Beijing juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, terutama terkait Taiwan dan hubungan China-Jepang. Hubungan Beijing dan Tokyo memburuk setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan serangan China ke Taiwan berpotensi memicu respons militer Jepang.

Dalam konteks itu, Wi menegaskan kembali posisi Korea Selatan terkait Taiwan. Menurutnya, Seoul menghormati kebijakan satu China dan bertindak sesuai dengan posisi tersebut.

Kebijakan satu China mengakui Taiwan sebagai bagian dari kedaulatan China, namun tetap memungkinkan hubungan non-diplomatik dengan pulau yang diperintah secara mandiri tersebut.

Profesor ekonomi politik Universitas Hankuk, Kang Jun-young, menilai Beijing sengaja memprioritaskan hubungan dengan Seoul. “China ingin menegaskan bahwa Korea Selatan kini lebih penting dibanding sebelumnya,” kata Kang dikutip dari Al Jazeera, Jumat (2/1/2026).

3. Isu ekonomi, teknologi, dan budaya pop akan dibahas kedua pemimpin

Selain isu keamanan, agenda ekonomi diperkirakan menjadi fokus utama lawatan Lee. Kantor kepresidenan Korea Selatan menyebut kerja sama mineral kritis, rantai pasok, dan industri hijau akan menjadi topik penting.

Hampir 50 persen mineral tanah jarang Korea Selatan, yang vital bagi industri semikonduktor, berasal dari China. Negeri Tirai Bambu itu juga menyerap sekitar sepertiga ekspor chip Korea Selatan setiap tahun.

Kedua negara sebelumnya telah sepakat menjaga stabilitas pasokan tanah jarang. Dalam kunjungan ini, kerja sama kecerdasan buatan dan teknologi maju juga akan dibahas, seiring rencana Huawei meluncurkan chip AI Ascend 950 di Korea Selatan sebagai alternatif produk Amerika Serikat.

Isu budaya turut mencuat, termasuk pembatasan tidak resmi China terhadap konten K-pop sejak 2017 akibat penempatan sistem pertahanan rudal THAAD Amerika Serikat di Korea Selatan. CEO SM Entertainment, salah satu agensi K-pop terbesar, dilaporkan akan ikut dalam delegasi bisnis Presiden Lee.

Kunjungan ini menegaskan arah ‘diplomasi praktis’ Lee Jae Myung, berupaya memulihkan hubungan dengan China tanpa mengorbankan relasi strategis dengan Jepang dan Amerika Serikat, di tengah lanskap geopolitik Asia Timur yang terus berubah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Banjir Rob di Jalan RE Martadinata Tanjung Priok Surut Usai Pompa Dikerahkan

02 Jan 2026, 22:13 WIBNews