Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tuduhan bahwa negaranya memprovokasi protes massal di kota-kota besar Eropa. Ia menilai klaim tersebut jelas berlebihan dan menunjukkan kegagalan para pemimpin Eropa dalam mengambil tanggung jawab.
Putin mengaku terkejut karena reaksi awal di Eropa sempat mengarah pada anti-Amerika Serikat (AS), sebelum akhirnya beralih menyalahkan Rusia.
"Tidak ada yang tidak terduga di sini. Seperti yang diketahui, Rusia selalu dituduh melakukan semua dosa besar. Tapi sekarang saya siap untuk merespons," katanya dalam wawancara dengan perusahaan penyiaran VGTRK yang diterbitkan pada Minggu (25/10/2026), dikutip Anadolu Agency.
