Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dilobi Trump, Putin Bebaskan Warga AS yang Ditahan sejak 2022

4 min read
Dilobi Trump, Putin Bebaskan Warga AS yang Ditahan sejak 2022
Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Vladimir Putin membebaskan Stephen Hubbard, warga AS 74 tahun yang dipenjara Rusia sejak 2022, setelah permintaan langsung Presiden Donald Trump.
  • Hubbard sebelumnya divonis enam tahun 10 bulan atas tuduhan menjadi tentara bayaran Ukraina, tuduhan yang dibantah pengacaranya dan diragukan keluarganya.
  • Meski Hubbard telah pulang untuk perawatan medis di Texas, 10 warga AS lainnya masih ditahan di Rusia dan perundingan pembebasan mereka berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pembebasan warga negara Amerika Serikat (AS) bernama Stephen Hubbard pada Rabu (21/10/2026). Pensiunan guru berusia 74 tahun asal Michigan itu dibebaskan setelah mendekam di penjara Rusia sejak April 2022 atas tuduhan menjadi tentara bayaran untuk Ukraina. Keputusan ini diambil menyusul permintaan langsung dari Presiden AS Donald Trump kepada Putin.

Pengumuman tersebut disampaikan Putin saat bertemu utusan khusus AS, Steve Witkoff, di St. Petersburg. Saat pertemuan berlangsung, Hubbard sudah berada di Bandara Pulkovo untuk terbang kembali ke negaranya bersama rombongan Witkoff. Setibanya di AS, Hubbard yang mengalami penurunan kondisi kesehatan dijadwalkan menjalani perawatan di rumah sakit militer di Texas.

  1. 1. Utusan AS apresiasi pembebasan Hubbard

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

    Witkoff berada di St. Petersburg bersama pejabat pemerintahan Trump untuk merundingkan penghentian perang Ukraina dengan petinggi Rusia. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Putin atas pembebasan Hubbard.

    "Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak. Presiden dan seluruh bangsa kami menyampaikan terima kasih, karena Anda dia bisa pulang ke keluarganya," ujar Witkoff kepada Putin, dilansir CBS News.

    Sehari sebelumnya, Trump telah memberi sinyal mengenai potensi pembebasan Hubbard kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa. Ia mengaku telah berbicara panjang lebar dengan Putin untuk meminta pembebasan warganya tersebut.

    Pembebasan ini terjadi setelah Trump mengambil sejumlah kebijakan yang dinilai menguntungkan Moskow. Pemerintah AS menangguhkan beberapa sanksi terhadap pejabat dan oligarki Rusia pada Jumat (16/10/2026), atau dua hari sebelum aturan itu berlaku. Selain itu, Trump mencabut sementara sanksi pada 9 Oktober lalu guna mengizinkan Rusia mengekspor solar demi menekan harga bahan bakar di AS menjelang pemilu sela pada November mendatang.

  2. 2. Kronologi penangkapan dan vonis penjara terhadap Hubbard

    Ilustrasi penjara
    Ilustrasi penjara. (unsplash.com/Emiliano Bar)

    Hubbard merupakan mantan personel Angkatan Udara dan Garda Nasional AS yang pernah mengajar bahasa Inggris di Jepang selama 25 tahun. Ia pindah ke kota Izyum di Ukraina timur pada 2014 bersama pasangannya yang berkewarganegaraan Ukraina. Di sana, ia hidup mengandalkan uang pensiun sekitar 300 dolar AS (Rp5,4 juta) per bulan dan jarang berinteraksi dengan warga setempat.

    Pasukan Rusia menangkap Hubbard pada April 2022 setelah menguasai Izyum, atau dua bulan setelah invasi dimulai. Jaksa penuntut Rusia menuduhnya bergabung dengan unit pertahanan teritorial Ukraina dan menjaga pos pemeriksaan militer. Ia dituding menerima pelatihan, senjata, dan amunisi dengan imbalan 1.000 dolar AS per bulan (Rp18 juta).

    Pengadilan Moskow memvonis Hubbard dengan hukuman enam tahun 10 bulan penjara melalui persidangan tertutup pada Oktober 2024. Sebelum divonis, ia sempat dipindahkan ke lima pusat penahanan berbeda dan akhirnya ditahan di wilayah Mordovia, sebelah timur Moskow. Pemerintah Rusia juga menolak memberikan akses kekonsuleran kepada pejabat AS selama masa penahanan tersebut.

    Media pemerintah Rusia melaporkan bahwa Hubbard telah mengakui kesalahannya di pengadilan. Namun, saudara perempuannya, Patricia Hubbard Fox, meragukan pengakuan tersebut karena kakaknya memiliki pandangan pro-Rusia dan tidak mungkin mengangkat senjata pada usia lebih dari 70 tahun. Pengacara Hubbard di AS, Martin De Luca, juga menegaskan bahwa kliennya membantah seluruh tuduhan itu dan mengaku hanya diculik tentara Rusia dari rumahnya.

  3. 3. Masih ada 10 warga AS yang ditahan di Rusia

    Ilustrasi Bendera Rusia
    Ilustrasi Bendera Rusia. (pixabay.com/IGORN)

    Pemerintah AS menetapkan Hubbard sebagai tahanan yang ditangkap secara tidak sah pada Januari 2025 untuk membuka jalan negosiasi pembebasannya. Saat dibebaskan, ia merupakan satu-satunya warga AS di penjara Rusia yang menyandang status tersebut.

    Meski Hubbard telah bebas, masih ada 10 warga AS, termasuk pemilik kewarganegaraan ganda, yang ditahan di Rusia atas berbagai tuduhan. Mereka di antaranya adalah Gordon Black, Michael Leake, Robert Woodland, David Barnes, dan Aleksandr Antonov. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, mengindikasikan bahwa perundingan terkait para tahanan ini masih berjalan.

    "Dialog mengenai semua masalah ini sedang berlangsung melalui saluran dinas intelijen," kata Ryabkov pada Selasa, dilansir ABC News.

    Keluarga para tahanan kini mendesak Kementerian Luar Negeri AS pimpinan Marco Rubio untuk memberikan status penahanan tidak sah kepada kerabat mereka agar segera diprioritaskan dalam negosiasi. Sebelum Hubbard, Rusia telah membebaskan mantan marinir AS Robert Gilman pada Agustus lalu karena alasan kesehatan usai adanya permintaan dari Trump. Moskow juga membebaskan guru asal AS Marc Fogel pada awal 2025, serta jurnalis Evan Gershkovich dan veteran marinir Paul Whelan melalui pertukaran tahanan pada Agustus 2024.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More