Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Indonesia bersama tujuh negara Timur Tengah dan Asia mengecam tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir terhadap para relawan flotilla bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Pernyataan bersama itu menyoroti perlakuan yang dianggap merendahkan martabat para peserta flotilla saat berada dalam tahanan Israel.
Dalam pernyataan resmi tersebut, para menteri luar negeri dari Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab menyebut tindakan Ben-Gvir sebagai perilaku yang mengerikan, merendahkan, dan tidak dapat diterima.
Kecaman itu muncul setelah beredarnya video yang memperlihatkan Ben-Gvir mengejek para aktivis pro-Palestina yang ditahan usai armada bantuan Global Sumud Flotilla dicegat Israel di perairan internasional. Video tersebut memicu kritik internasional dan memperkuat sorotan terhadap perlakuan Israel terhadap relawan sipil dalam misi kemanusiaan.
Pernyataan bersama para menteri luar negeri juga menegaskan bahwa tindakan Ben-Gvir bukan sekadar persoalan politik domestik Israel, melainkan menyangkut pelanggaran terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia.
