Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha "Tata" Nasir, mengungkapkan tujuan pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Indonesia ingin mendorong terciptanya arsitektur kesehatan global yang lebih adil, terutama bagi negara-negara berkembang.
Tata menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), beberapa jam setelah serah terima jabatan Menteri Luar Negeri.
Menurut Tata, pergantian kepemimpinan di Kemlu tidak mengubah arah kebijakan luar negeri Indonesia. Pemerintah akan tetap melanjutkan sejumlah agenda diplomasi, termasuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029–2030 dan pencalonan Budi sebagai Dirjen WHO.
Pencalonan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat peran negara berkembang dalam tata kelola global. Selain melalui posisi strategis di organisasi internasional, Indonesia juga akan memanfaatkan berbagai kelompok kerja sama untuk memperjuangkan isu-isu prioritas negara berkembang.
