Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rusia Larang Anak-anak Liburan ke Krimea imbas Serangan Ukraina
Ilustrasi bendera Rusia. (Dmitry Djouce, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Gubernur Krimea, Sergei Aksyonov, melarang anak-anak Rusia berlibur ke Krimea hingga 1 September 2026 demi keamanan akibat serangan drone Ukraina yang terus berlangsung.
  • Serangan Ukraina ke Krimea bertujuan memblokade wilayah tersebut dari Rusia dan menjadi langkah strategis untuk mengembalikan kedaulatan serta komunitas Tatar Krimea.
  • Rusia menjadikan Krimea sebagai pangkalan militer utama di Laut Hitam sejak 2014, namun serangan Ukraina kini melemahkan pasokan energi dan kebutuhan dasar di wilayah itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur Krimea di bawah Rusia, Sergei Aksyonov melarang anak-anak Rusia menjalani aktivitas liburan di wilayahnya. Sebab, serangan drone Ukraina masih terus meneror semenanjung di Laut Hitam tersebut. 

“Kebijakan ini penting untuk mempertahankan keamanan publik dan menjaga anak-anak dari segala ancaman,” tuturnya, dikutip dari DPA International, Selasa (23/6/2026). 

Sebelumnya, Rusia sudah melarang penjualan bahan bakar minyak (BBM) kepada individu dan bisnis. Keputusan menyusul kelangkaan BBM imbas serangan Ukraina.

1. Larangan diberlakukan hingga 1 September 2026

Jembatan Krimea. (pixabay.com/AnnaIlarionova)

Aksyonov mengatakan bahwa larangan ini berlaku mulai 22 Juni hingga 1 September 2026. Alhasil, seluruh pemesanan hotel, admisi, dan akomodasi untuk anak-anak dan sekelompok pemuda di area wisata, festival, dan kamp musim panas. 

Tak hanya itu, situasi di Krimea saat ini sudah mengalami kelangkaan BBM dan listrik. Bahkan, pemerintah setempat sudah berencana untuk mengadakan pemadaman bergilir dan terdampak kemungkinan menyebabkan krisis air bersih.

2. Ukraina berusaha memblokade Krimea

Ilustrasi Semenanjung Krimea. (pixabay.com/vikol009)

Serangan bertubi-tubi Ukraina ke Krimea ini dimaksudkan untuk memblokade dan memutus akses Krimea dari Rusia. Maka dari itu, Ukraina memutuskan untuk melancarkan aksinya di Krimea dalam beberapa bulan terakhir. 

Dilansir Euronews, Ukraina sebelumnya sudah mengatakan bahwa perang tidak akan benar-benar berakhir hingga Krimea dibebaskan. Kiev menyebut, pembebasan Krimea akan mengembalikan kedaulatan Ukraina dan memulangkan komunitas Tatar Krimea ke rumahnya. 

3. Rusia menggunakan Krimea sebagai pangkalan militer

potret peta Semenanjung Krimea, Rusia (commons.wikimedia.org/Crimea republic)

Setelah dianeksasi pada 2014, Rusia tidak hanya menggunakan Krimea sebagai wilayah dudukan baru. Namun, Moskow menggunakan Krimea sebagai salah satu pangkalan militer penting di kawasan Laut Hitam. 

Dilansir UNN, serangan bertubi-tubi Ukraina ke Krimea dan memutus suplai bukan berarti pembebasan Krimea. Namun, serangan ini menjadi cara untuk melemahkan pondasi dari wilayah dudukan tersebut dan membuat Rusia kesulitan memasok energi serta kebutuhan dasar lainnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article