Rusia Hentikan Penjualan BBM di Krimea imbas Serangan Ukraina

- Rusia menghentikan sementara penjualan BBM di Krimea akibat kelangkaan pasokan setelah serangan Ukraina yang menargetkan fasilitas minyak dan logistik Rusia.
- Ukraina melancarkan serangan jarak jauh ke fasilitas minyak dan pertahanan udara Rusia di Selat Kerch sebagai respons atas agresi militer Moskow.
- Krisis BBM di Krimea kembali terjadi, memicu pembatasan pembelian hingga antrean panjang di SPBU serta upaya penyelundupan bahan bakar dari wilayah sekitar.
Jakarta, IDN Times - Rusia hentikan sementara penjualan bahan bakar minyak (BBM) kepada individu dan bisnis pada Minggu (21/6/2026). Keputusan ini disebabkan oleh kelangkaan BBM menyusul serangan bertubi-tubi Ukraina ke Krimea.
“BBM nanti akan kembali disuplai oleh badan negara yang bertanggung jawab menangani masalah keamanan dan layanan pasokan BBM,” terang Gubernur Krimea di bawah Rusia, Sergei Aksyonov, dikutip dari RFE/RL.
Sebelumnya, Rusia menetapkan pembatasan pembelian BBM di Moskow dan sekitarnya. Pembatasan ini menyusul serangan besar-besaran Ukraina di kilang minyak Rusia.
1. Ukraina serang logistik Rusia di Selat Kerch
.jpg)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengonfirmasi serangan ke fasilitas logistik, industri minyak, dan sistem pertahanan udara Rusia di Selat Kerch. Serangan baru ini sebagai respons atas serangan brutal Rusia ke Ukraina.
Dilansir United24, Zelenskyy mengatakan, fasilitas di kedua sisi Selat Kerch terdampak, termasuk infrastruktur minyak maritim di Krasnodar. Menurutnya, serangan baru sukses diluncurkan hingga mencapai jarak 300 km.
“Serangan jarak jauh ini adalah bentuk sanksi kepada Rusia yang selama ini membiayai perang di Ukraina menggunakan pendapatan dari minyak dan menolak mengakhiri perang,” tuturnya.
2. Rusia samarkan truk BBM sebagai truk susu di Krimea

Pekan lalu, Perwakilan Angkatan Laut Ukraina, Dmytro Pletenchuk mengatakan bahwa serangan Ukraina ke Krimea cukup efektif. Menurutnya, serangan Ukraina ini sangat disruptif bagi Rusia, terutama di Krimea.
Dilansir Kyiv Post, Rusia terpaksa menyamarkan truk BBM dengan truk susu untuk mengirimkan BBM ke Krimea. Penyamaran ini menunjukkan bahwa Rusia kehilangan pilihan untuk dapat mengirimkan minyak ke Krimea.
3. Krimea sudah berulangkali terdampak krisis BBM

Kelangkaan BBM di Krimea bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Krimea sudah terdampak kelangkaan BBM terburuk usai aneksasi Krimea pada 2014 dan krisis kali ini menjadi yang terburuk kedua.
Pada akhir Mei, otoritas setempat sudah membatasi penjualan BBM menjadi 20 liter per kendaraan per pekan. Setelah adanya pengumuman itu, sejumlah pengendara langsung memadati pom bensin untuk mengisi ulang BBM.
Dilansir NPR, sejumlah warga terpaksa membeli BBM dalam jumlah besar dari Krasnodar. Namun, pemerintah setempat membatasi warga hanya boleh membawa 100 liter BBM per kendaraan yang melintasi Jembatan Krimea.


















