Ukraina Serang Krimea untuk Desak Rusia Tarik Pasukannya

- Ukraina melancarkan kampanye serangan udara di Krimea untuk mengisolasi wilayah itu dan menekan Rusia menarik pasukannya, dengan target utama infrastruktur militer dan industri pertahanan.
- Serangan Ukraina berhasil menghancurkan Jembatan Armenia serta merusak puluhan kendaraan tempur Rusia, yang berdampak pada terganggunya jalur logistik dan suplai militer Rusia di Krimea.
- Selain di Krimea, Ukraina juga menyerang pabrik kimia dan depot minyak di wilayah Rusia seperti Tula dan Yaroslav guna memperluas tekanan terhadap infrastruktur energi dan industri pertahanan Moskow.
Jakarta, IDN Times - Komandan Pasukan Drone Ukraina (USF), Robert Brovdi mengatakan bahwa kampanye serangan udara di Krimea untuk mengisolasi dan mendesak Rusia menarik tentaranya. Dengan itu, pasukan Rusia tidak dapat melancarkan serangan baru.
“Kami akan mengisolasi Krimea dalam waktu dekat. Kami akan membuat kondisi yang sangat sulit untuk seluruh personel militer yang bekerja di industri pertahanan di Krimea,” terangnya, dikutip dari Kyiv Post, Senin (15/6/2026).
Beberapa bulan terakhir, Krimea dan wilayah selatan Rusia sudah dilanda kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kelangkaan ini disebabkan oleh serangan bertubi-tubi Ukraina ke infrastruktur minyak Rusia.
1. Ukraina sukses hancurkan suplai dan logistik Rusia di Krimea

Ukraina mengumumkan keberhasilan serangan udara di wilayah dudukan Krimea di bawah Rusia. Mereka menyebut berhasil menghancurkan Jembatan Armenia dan merusak 50 kendaraan tempur Rusia.
Dilansir United24, puluhan kendaraan tempur itu disebut akan digunakan dalam operasi di Huliaipole, Zaporizhzhia. Serangan ini menjadi upaya strategis militer Ukraina untuk mengganggu logistik Rusia dalam serangan selanjutnya di Ukraina.
2. Lancarkan serangan di pabrik titanium di Krimea

Tak hanya itu, Ukraina juga mengklaim berhasil melancarkan serangan drone ke kompleks industri pengolahan titanium, Crimean Titan dan pabrik kimia. Kompleks industri tersebut memiliki fungsi untuk memproduksi titanium dioksida dan bahan kimia dalam pembuatan alat peledak dan bahan bakar roket.
Dilansir TVP World, serangan kali ini sebagai bagian dari serangkaian serangan di Krimea untuk mengganggu operasi militer Rusia. Dengan ini, Brovdi mengatakan bahwa jaringan suplai persenjataan militer Rusia akan mengalami gangguan.
3. Ukraina berhasil menyasar depot minyak dan pabrik kimia di Rusia

Pada saat yang sama, Ukraina melancarkan serangan udara lain ke dalam teritori Rusia. Kali ini serangan menargetkan pabrik kimia di Tula dan depot minyak di Yaroslav yang berjarak sekitar 395 km dari Ukraina.
Dalam serangan ini, sebanyak 23 drone sudah ditembakkan ke area industri dan memaksa sejumlah personel militer Rusia dievakuasi. Serangan udara ini sebagai bagian untuk mengekspansi perusakan fasilitas energi dan infrastruktur industri pertahanan Rusia.
















