Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rusia Setuju Lanjutkan Negosiasi Damai dengan Ukraina dan AS
ilustrasi bendera Rusia (Dmitry Djouce, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Kremlin menyatakan siap melanjutkan negosiasi damai dengan Ukraina dan AS, meski lokasi serta jadwal perundingan masih belum dibahas.
  • Utusan AS Jared Kushner dan Steve Witkoff mengunjungi Kiev serta Moskow; mereka menilai diskusi substantif dan format trilateral dapat menghidupkan kembali perundingan.
  • Rusia diperkirakan menghabiskan 123,4 miliar dolar AS untuk perang Ukraina pada paruh pertama 2026, naik 30 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengaku tidak menolak kelanjutan negosiasi damai dengan Ukraina dan Amerika Serikat (AS) pada Senin (7/9/2026). Namun, menurutnya masih awal untuk mendiskusikan lokasi dan kapan perundingan damai. 

Pada akhir pekan, delegasi AS yang diwakili oleh Jared Kushner dan Steve Witkoff sudah berkunjung ke Kiev dan Moskow. Mereka ditugaskan Presiden AS, Donald Trump untuk memulai kembali negosiasi damai kedua negara yang tertunda. 

1. Belum mengetahui hasil perundingan AS dan Ukraina

ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Peskov menyampaikan bahwa ia belum mengetahui hasil dari perundingan antara AS dan Ukraina di Kiev. Namun, tidak memungkiri akan adanya diskusi antara Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

Dilansir The Kyiv Independent, juru bicara Kremlin itu tidak memberikan detail soal proposal baru yang diberikan AS ke Rusia. Namun, Moskow sebelumnya meminta agar Ukraina menyerahkan Donbass kepada Rusia.

Selama ini, sumber utama alotnya negosiasi antara Rusia dan Ukraina terletak di Donetsk dan Luhansk. Sebab, Ukraina menolak menyerahkan teritori itu begitu saja dan mendesak gencatan senjata di garis depan.  

2. Witkoff percaya diri hasil pertemuan di Rusia dan Ukraina

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

Setelah kembali dari Moskow dan Kiev, Witkoff mengaku percaya diri dengan kelanjutan negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, ia sudah berdiskusi secara substantif dengan pejabat Ukraina di Kiev. 

Dilansir CNN, Menantu Trump, Jared Kushner, mengaku bahwa kunjungan tersebut sangat produktif dan baik. Ia menilai kunjungannya ke Moskow dan Kiev akan melanjutkan negosiasi damai berformat trilateral yang sudah dilakukan sejak 6 bulan lalu. 

Kushner berpendapat bahwa diskusi trilateral adalah cara terbaik agar semua pihak dapat berkomunikasi secara langsung tanpa perlu adanya perantara AS. Dengan itu, Ukraina dan Rusia dapat berpendapat secara langsung. 

3. Rusia habiskan anggaran Rp2.175 triliun pada 2026 untuk perang di Ukraina

Tentara Rusia. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Sepanjang paruh awal 2026, Rusia diperkirakan sudah menghabiskan anggaran untuk perang hingga menembus 123,4 miliar dolar AS (Rp2.175 triliun). Artinya, Rusia sudah membakar uang sebesar 29 juta dolar AS (Rp511 miliar) per jam hanya untuk kepentingan perangnya di Ukraina. 

Peneliti dari German Institute for International and Security Affairs, Janis Kluge, dilansir Kyiv Post, mengatakan bahwa anggaran perang Rusia naik 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan, Rusia sudah menaikkan anggaran untuk perang di Ukraina hingga 285 persen atau 5 kali lebih besar dibanding sebelum perang pada 2021. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article