Rusia Setuju Tangguhkan Sementara Serangan Udara di Kiev Ukraina

- Rusia setuju tangguhkan serangan udara di Kiev hingga Minggu berdasarkan permintaan AS
- Rusia masih meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke Ukraina, meskipun tidak menyasar Kiev
- Zelenskyy sebut Rusia alihkan serangan dari fasilitas energi, tolak undangan Rusia untuk datang ke Moskow
Jakarta, IDN Times - Rusia, pada Jumat (30/1/2026), setuju untuk menangguhkan sementara serangan ke ibu kota Ukraina, Kiev hingga Minggu (1/2/2026). Keputusan ini berdasarkan permintaan dari Amerika Serikat (AS).
“Saya dapat mengatakan bahwa Presiden AS, Donald Trump meminta secara personal kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menunda serangan selama sepekan. Ini untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk negosiasi,” tutur Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari The Moscow Times.
Belakangan ini, Rusia terus melancarkan serangan ke fasilitas energi di Kiev. Alhasil, Ukraina terpaksa menetapkan situasi darurat energi imbas putusnya akses listrik dan penghangat di tengah musim dingin.
1. Rusia lancarkan serangan ke Ukraina di luar Kiev
Sesuai kesepakatan ini, Rusia masih meluncurkan serangan rudal balistik dan ratusan drone ke Ukraina dalam semalam. Namun, tidak ada serangan yang menyasar Kiev setelah pernyataan dari Kremlin.
Dilansir RFE/RL, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia sudah meluncurkan rudal balistik Iskander-M dan 111 serangan drone di Ukraina. Serangan tersebut di arahkan ke beberapa area, termasuk Zaporizhzhia.
Sebagai informasi, dalam sepekan terakhir, Kiev tidak terdampak serangan drone atau rudal Rusia. Sedangkan serangan udara terbesar Rusia ke Kiev terjadi pada 23-24 Januari.
2. Zelenskyy sebut Rusia alihkan serangan dari fasilitas energi
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyebut bahwa Rusia hampir seluruhnya menarik serangan dari fasilitas energi sejak Jumat. Ia menyebut tidak ada laporan soal serangan di fasilitas energi di sejumlah wilayah di Ukraina.
“Meskipun sudah tidak mengarah ke fasilitas energi, Rusia mengalihkan serangan ke fasilitas logistik dan rel kereta api, termasuk infrastruktur perusahaan milik negara Ukrzaliznytsia dan mesin pembangkit listrik ikut diserang,” katanya, dilansir Ukrainska Pravda.
Presiden Ukraina keenam itu mengaku Ukraina bersedia menangguhkan serangan ke fasilitas energi Rusia. Keputusan itu berkaca atas tindakan dari Rusia.
3. Zelenskyy tolak undangan Rusia untuk datang ke Moskow
Pada saat yang sama, Zelenskyy menolak rencana Kremlin untuk mengadakan dialog dengan Putin di Moskow. Ia menawarkan agar Putin yang hadir ke Kiev.
“Sebaiknya saya yang mengundangnya (Putin) ke Kiev. Biarkan dia datang ke sini. Saya secara terbuka mengundangnya datang ke Kiev jika dia berani,” ungkapnya, dikutip dari TVP World.
Selama ini, Putin dan Zelenskyy tidak pernah berbicara secara langsung sejak dimulainya perang di Ukraina pada 2022. Zelenskyy menyebut, Putin yang menghindari negosiasi langsung dengannya.

















