Ditanya soal Reshuffle, Mensesneg: Kalau Ada Isu Namanya Gosip

- Presiden Prabowo disebut melakukan evaluasi harian terhadap kinerja jajarannya di Kabinet Merah Putih.
- Mensesneg menyebut isu reshuffle sebagai gosip, karena keputusan kabinet sepenuhnya hak prerogratif Presiden.
- Pengganti Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan masih belum diputuskan oleh Presiden Prabowo.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjawab isu terkait semakin menguatnya reshuffle atau perombakan kursi menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih. Dia mengatakan, hal itu sepenuhnya hak prerogratif Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau berkenaan dengan masalah kabinet atau istilahnya yang kemudian ramai ini kan reshuffle. Bahwa yang perlu dipahami, masalah kabinet ini kan hak prerogratif dari Bapak Presiden," ujar Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
1. Presiden setiap hari lakukan evaluasi

Prasetyo menyampaikan, Presiden Prabowo setiap hari melakukan evaluasi terhadap jajarannya di Kabinet Merah Putih. Oleh karena itu, Prabowo dianggap paham terhadap kinerja para pembantunya.
"Kemudian Bapak Presiden tentu setiap hari melakukan evaluasi, dalam tanda kutip ya, bukan berarti satu forum khusus untuk mengevaluasi, tidak. Bahwa dalam proses bekerja itu, menjalankan program, menjalankan tugas-tugas, di situ pasti bagian dari perjalannya adalah penilaian-penilaian atau evaluasi," ucap dia.
2. Mensesneg sebut isu adalah gosip

Dalam kesempatan itu, Prasetyo mengatakan, isu reshuffle merupakan gosip. Sebab, yang paling mengetahui kebutuhan kabinet adalah Presiden Prabowo.
"Sejauh ini belum (ada reshuffle). Makanya kalau ada isu, ya namanya isu atau gosip, ya," kata dia.
3. Siapa pengganti Thomas Djiwandono?

Sebagaimana diketahui, kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang diisi Thomas Djiwandono dipertanyakan penggantinya. Sebab, Thomas telah terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Prasetyo juga belum bisa menjawabnya.
"Belum. Nanti kan setelah proses itu, nanti Bapak Presiden pasti akan melakukan semacam kajian dan meminta pendapat tentunya dengan Menteri Keuangan mengenai pengisian kembali jabatan Wamenkeu yang tadinya diisi oleh Pak Thomas Djiwandono, yang sekarang akan bertugas di Bank Indonesia," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.


















