Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rusia Tutup Jalur Kereta Api ke Finlandia dan Negara Baltik
ilustrasi kereta api barang (unsplash.com/anphotos)
  • Rusia menutup tujuh jalur kereta api menuju Finlandia, Estonia, dan Latvia tanpa batas waktu, menghentikan seluruh akses penumpang, kendaraan, serta kargo lintas perbatasan.
  • Pihak Estonia menyebut penutupan ini mengejutkan namun tidak berdampak besar pada logistik nasional karena volume lalu lintas kereta di perbatasan timur sangat rendah.
  • Penutupan jalur ini dikaitkan dengan rencana mobilisasi militer baru Rusia setelah kehilangan banyak tentara di medan perang dan dugaan pembangunan pangkalan dekat negara-negara NATO.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rusia resmi menutup tujuh jalur kereta api yang menghubungkan ke Finlandia, Estonia, dan Latvia pada Rabu (1/7/2026). Keputusan ini berlaku untuk sementara hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. 

Pada pertengahan Juni, militer Finlandia menuding Rusia sedang membangun pangkalan militer di dekat Finlandia dan negara-negara Baltik. Pembangunan ini diduga terkait rencana Rusia memulai konflik dengan negara-negara NATO. 

1. Penutupan terbanyak di jalur kereta api ke Finlandia

ilustrasi kereta api barang (unsplash.com/matthanns)

Dilansir Euronews, jalur kereta api yang terdampak penutupan terbanyak mengarah ke Finlandia. Beberapa pintu perbatasan yang ditutup meliputi Vyborg, Vartsilya, Lyuttya, St Petersburg-Finlandsky dan Svetogorks. 

Sedangkan jalur di perbatasan Estonia, Pechory-Pskov dan jalur ke Latvia di Pytalovo juga sudah ditutup. Moskow diketahui sudah memberitahukan kepada Finlandia, Latvia, dan Estonia soal penutupan jalur kereta api ini. 

Rusia tidak memberikan alasan yang jelas terkait penutupan jalur kereta api secara sepihak. Namun, penutupan ini berarti penangguhan seluruh akses, termasuk penumpang, kendaraan, dan kargo lewat kereta api. 

2. Estonia sebut penutupan tidak berdampak besar

ilustrasi bendera Estonia (unsplash.com/@aboodi_vm)

Kepala Kereta Api Estonia, Artur Raichman mengatakan bahwa keputusan Rusia ini cukup mengejutkan. Namun, ia memastikan, kebijakan baru Rusia ini tidak berdampak besar kepada negaranya dalam logistik. 

“Kami sudah belajar bahwa kereta api tidak lagi melintas dan ada kereta yang masih menunggu. Namun, bagi kami, ini tidak berdampak banyak karena hanya 0,3 dan 0,4 kereta yang melintas di perbatasan timur setiap harinya,” tuturnya, dilansir dari ERR.

Sementara, keberangkatan kereta api ke arah timur umumnya hanya untuk mengirimkan barang dari Estonia ke Asia Tengah lewat Rusia. Seiring dengan meningkatnya hubungan antara Estonia dan Kazakhstan. 

3. Terdapat rencana mobilisasi baru di Rusia

Tentara Rusia. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Kebijakan penutupan jalur kereta api di perbatasan Finlandia, Estonia, dan Latvia ini diduga terkait rencana mobilisasi baru di Rusia. Moskow diperkirakan akan mengadakan gelombang mobilisasi militer baru pada musim gugur. 

Kepala Komandan Militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi menduga Rusia akan mengadakan memanggil belasan ribu tentara baru. Keputusan ini menyusul rentetan kekalahan Rusia di garis depan belakangan ini. 

Pada Januari, Centre for Strategic and International Studies mengungkapkan bahwa Rusia kehilangan banyak tentara. Sebanyak 1,2 juta tentara di medan perang tewas dan luka-luka hingga Desember 2025. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article